Pak JK, Satu Kampungta Butuh Jembatan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pak JK, Satu Kampungta Butuh Jembatan

Siswa dari beberapa desa, seperti Tocina, Pakkasalo dan Kampoti berdesak-desakan menumpang di atas perahu yang dijadikan angkutan sekolah. Aktivitas terbilang menantang maut ini berlangsung setiap hari, karena tidak adanya jembatan yang menghubungkan perbatasan Desa Lebongnge Kecamatan Cenrana dan Desa Kampoti Kecamatan Dua Boccoe.

Bertaruh Nyawa Demi Mengenyam Pendidikan

WATAMPONE, RB–Perahu sudah menjadi angkutan utama bagi warga Kecamatan Cenrana dan sekitarnya. Beberapa desa di wilayah ini hanya mengandalkan perahu untuk melakukan aktivitas, tak terkecuali siswa.
Siswa yang berasal dari empat desa, yakni Tocina, Pakkasalo, Kampoti dan Lebongnge terpaksa naik perahu sederhana untuk sampai ke sekolah. Pasalnya, mereka harus melalui rute sungai yang panjang dan dalam.
Kepala Desa Lebongnge, Nasaruddin mengatakan kehadiran jembatan yang menghubungkan Dusun Perangeng dengan perbatasan Desa Kampoti Kecamatan Dua Boccoe sudah sejak lama didambakan warga. “Bayangkan, setiap hari siswa menggunakan perahu untuk sampai ke sekolah. Ini berlangsung sejak lama karena tidak ada jembatan yang menghubungkan kedua desa yang dibatasi sungai,” tutur Nasaruddin.
Nasaruddin mengungkapkan, satu-satunya SMP yang bisa diakses secara dekat oleh siswa adalah SMP Negeri 4 yang terletak di Lebongnge. Karenanya, siswa dari berbagai desa tetangga yang dibatasi sungai, seperti Tocina, Pakkasalo dan Kampoti yang berada di wilayah Kecamatan Dua Boccoe terpaksa harus menyusuri sungai untuk mencapai sekolah. “Jadi harus berjuang menghadapi ancaman bahaya yang bisa saja terjadi, karena harus melewati sungai besar menuju sekolah,” kunci dia.

ardibinwaris/usmansommeng

To Top