Panas Jelang Pilgub. Membelot, Kader Golkar Terancam Sanksi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Panas Jelang Pilgub. Membelot, Kader Golkar Terancam Sanksi

Idrus Marham

RADARBONE.CO.ID–Sembari merampungkan rekomendasi kepada pasangan Nurdin Halid dan Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), DPP Golkar tengah menyusun daftar nama kader yang membelot ke kandidat lain.

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Idrus Marham, berjanji menerapkan peraturan organisasi (PO) kepada kader yang membelot dari usungan Partai Golkar.

Idrus Marham mengakui telah banyak menerima laporan kader yang membelot seperti mensosialisasikan calon lain.

“Kita sudah menerima identitas kader yang melawan keputusan partai. Tinggal kita tunggu nama-namanya dari Golkar Sulsel. Tentu ada sanksi untuk mereka,” tegas Idru.

Soal rekomendasi usungan kepada pasangan cagub dan cawagub, NH-Azis, DPP Golkar akan menyerahkan langsung secara resmi pada 5 Juli 2017.

Penyerahan rekomendasi dilakukan dalam acara halalbihahal DPD I Golkar Sulsel di gedung indoor Telkom Pettarani.

Sedikitnya 250 tokoh kabupaten/kota se-Sulsel serta para bupati/wali kota bakal menghadiri acara tersebut. Berbagai komunitas seperti organisasi kemasyarakatan juga diundang.

Rekomendasi akan diserahkan langsung Ketua Umum DPP Golkar, Setya Novanto. Dengan adanya rekomendasi ini, maka pasangan NH-Aziz telah resmi menjadi pasangan bakal cagub-cawagub Sulsel dari Partai Golkar.

Inilah kandidat Pilgub Sulsel 2018 yang paling pertama memenuhi syarat untuk mendaftar di KPU Sulsel sebagai calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur Sulsel 2018-2023.

“Rekomendasi adalah syarat administrasi untuk pasangan calon. Setelah rekomendasi sudah diserahkan kepada kami, barulah kami akan bicarakan waktu pelaksanaan deklarasi,” ungkap juru bicara Partai Golkar Sulsel, Risman Pasigai.

Kendati NH-Aziz sudah penuhi seluruh syarat untuk mendaftar di KPU Sulsel, kata Risman, NH tetap membangun komunikasi dengan partai lain, seperti Gerindra, Demokrat, PDI Perjuangan, Hanura, dan PPP.

“Sebenarnya tanpa koalisi, kita sudah cukup. Tapi di pilkada tetap harus bangun komunikasi politik. Maka kami bangun komunikasi dengan partai lain,” ujar Risman.

*

Click to comment
To Top