Pangkalan Diduga Bermain – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pangkalan Diduga Bermain

Sebuah truk milik Agen memindahkan elpiji 3 kg ke mobil pick up milik pangkalan asal Dua Boccoe di Jl Reformasi, Selasa 10 Januari lalu.

Soal Dugaan Penyalahgunaan Elpiji 3 Kg

WATAMPONE, RB—Kelangkaan elpiji 3 kg yang terjadi dua pekan ini ditengarai akibat ulah pangkalan. Modusnya, jatah yang disuplai agen tidak diterima di pangkalan. Melainkan dijemput di tengah jalan. Selanjutnya elpiji hijau diduga dijual ke daerah lain. Dugaan permai-nan ini diperkuat dengan ditemukannya sebuah mobil milik agen yang membongkar muatan di Jl Reformasi, Selasa 10 Januari lalu.

Mobil yang bertuliskan PT Sumber Sarana Bahagia Bone yang beralamat di Jl Sambaloge itu, terlihat memindahkan elpiji 3kg ke sebuah mobil pick up berwarna hitam yang diketahui mobil milik pangkalan. Elpiji tidak diantar langsung ke pangkalan. Me-lainkan pihak pangkalan menjemput jatahnya di luar pangkalan.

Sopir mobil Agen PT Sumber Sarana Bahagia Bone, Yaya mengatakan elpiji 3 kg yang dimuat tersebut merupakan jatah pangkalan, yakni dua pangkalan dalam kota dan pangkalan di Kecamatan Dua Boccoe. Jatah pangkalan di Dua Boccoe inilah yang diakui dipindahkan ke mobil pick up sebanyak 200 tabung.

“Kami membawa tabung ini dua kali dalam seminggu dari Ulaweng. Pangkalan yang dari Dua Boccoe ini menjemput di sini (Jl Reformasi) karena pangkalannya jauh dari kota,” kata Yaya saat ditemui RADAR BONE di lokasi pembongkaran, Selasa 10 Januari lalu.

Sementara itu sopir mobil pangkalan asal Kecamatan Dua Boccoe, Syarif mengaku dirinya hanya digaji untuk menjemput elpiji tersebut di pinggir jalan. “Tapi jika ada pengecer yang mau membeli sama saya dengan jumlah tidak terlalu banyak, saya juga bisa layani setelah ada izin dari pemilik pangkalan,” tuturnya.

Salah seorang pengecer elpiji 3 kg H Bahar yang ditemui di Jl Reformasi menduga elpiji yang dibongkar di pinggir jalan tersebut akan dikirim ke kabupaten lain. Faktanya, kata dia mobil agen tak membongkar langsung di pangkalan, mela-inkan di tengah jalan. Padahal elpiji di pangkalan habis.
“Saya keliling mencari di semua pangkalan, elpiji 3 kg sudah habis. Tapi anehnya ada elpiji yang dibongkar di pinggir jalan. Dikemanakan elpiji-elpiji itu. Ini perlu ditelusuri, jangan sampai elpiji itu diperuntukkan ke kabupaten lain, sehingga di Bone ini kesulitan elpiji. Ini sudah beberapa hari ada yang membongkar elpiji di Jl Reformasi,” bebernya.

Kepala Bidang Pengawasan Dinas Perindustrian Kabupaten Bone, Hasbullah mengatakan pembongkaran di luar pangkalan diperbolehkan, jika pangkalan berlokasi jauh dari kota. Hanya saja, kata dia pihak pangkalan tidak mengalihkan jatahnya ke daerah lain. “Boleh dijemput di jalan jika lokasi pangkalan jauh dari kota. Tapi setelah dijemput dibawa ke wilayah pangkalan, bukan keluar daerah,” tutur Hasbullah seraya menegaskan segera menelusuri dugaan permainan pangkalan tersebut.

Belakangan ini permintaan elpiji 3 kg meningkat seiring adanya penggunaan elpiji untuk bahan bakar mesin pompa air milik petani. Petani menggunakan elpiji 3 kg dalam menghidupkan mesin pompa untuk mengairi sawah mereka.
Petani beralih menggunakan elpiji sebagai bahan bakar mesin pompa air karena lebih hemat dibanding menggunakan BBM. Informasi yang dihimpun RADAR BONE, jika menggunakan elpiji 3 kg, petani cukup membutuhkan satu tabung untuk menjalankan mesin pompa air. Sebaliknya, jika menggunakan BBM, dibutuhkan beberapa liter.

1-HL fotoooo (1)

Dalam penggunaan elpiji sebagai bahan bakar mesin pompa air oleh petani ini dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
Penelusuran yang dilakukan RADAR BONE di Kelurahan Ta Kecamatan Tanete Riattang, Rabu 11 Januari kemarin menemukan sebuah mesin pompa air yang beroperasi menggunakan elpiji 3 kg. Namun tabung elpiji 3 kg tersebut ditutupi sehingga yang terlihat cuma selang yang tersambung ke mesin pompa air.

*

Click to comment
To Top