Panwaslu Diusulkan Permanen, Pengamat Bilang Pemborosan Anggaran – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Panwaslu Diusulkan Permanen, Pengamat Bilang Pemborosan Anggaran

Panwaslu Bone saat memberikan pembekalan bagi pengawas pemilu lapangan. Panwaslu diusulkan tak lagi berstatus ad hoc

PENULIS : BAHARUDDIN – ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB–Salah satu draf RUU Penyelenggara Pemilu yang menyebutkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten dan kota bersifat permanen dinilai tidak memberikan pengaruh efektif berdasar skema yang jelas.

Praktisi politik, Rahman Arif menilai, panwaslu kabupaten seharusnya tetap bersifat sementara (ad hoc).
“Panwaslu itu kan sifatnya hanya pengawasan. Selesai pilkada, tugas mereka juga berakhir. Kalau dipermanenkan, tentu hanya menghabiskan anggaran untuk membiayai gaji para komisioner Panwas. Belum lagi anggaran membayar honor para petugas sekretariatnya,” ungkapnya.

Menurutnya, beban pengawasan tidak sepadan dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Jika dilihat dalam draf tersebut, panwaslu yang bersifat permanen tidak efektif.

“Pengawas dapat dipermanenkan tetapi harus dengan tugas dan kewajiban yang jelas, serta terstruktur. Permanen itu juga membutuhkan sekretariat, staf dan seterusnya. Jadi, dapat dipermanenkan dengan tugas dan kewajiban yang disesuaikan,” pungkasnya.

Senada diungkapkan anggota eksekutif perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi, Darmawansyah. Dia menegaskan, tak sepakat dengan rencana mempermanenkan Panwaslu di setiap Kabupaten/Kota yang tertuang dalam draf RUU Pemilu. “Mempermanenkan panwaslu, hanya berakibat pemborosan. Sangat tidak efektif menurut saya,” tegasnya.

Diketahui, revisi undang-undang pemilihan umum Nomor 8 Tahun 2012 sedang digodok di DPR RI. Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) kabupaten kota diusulkan tidak lagi menjadi lembaga ad hoc, tapi menjadi lembaga permanen.

Pandangan berbeda diungkapkan Ketua Ad Hoc Panwaslu Kabupaten Bone, Asriati. Menurutnya, perlu ada kesetaraan antara status KPU dan Panwaslu.

“Kalau KPU statusnya permanen, kenapa panwaslu tidak. Sama penyelenggara pemilu dan bekerja ketika tahapan pilkada sudah berjalan,” ujar Asriati.

*ASKAR SYAM

To Top