Parah, Eks Tukang Becak di Bone Tipu Warga Rp1,6 M – Radar Bone

Radar Bone

Uncategorized

Parah, Eks Tukang Becak di Bone Tipu Warga Rp1,6 M

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Belasan warga asal Kelurahan Watangpalakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat tertipu. Mereka menyerahkan uang hingga ratusan juta kepada seorang bekas penarik becak yang berkedok dukun.

Modus ala dukun yang dilakoni Arif Bin Tahir (43) sejak 2014 akhirnya terbongkar.
Satu persatu korbannya memilih menempuh jalur hukum setelah puluhan hingga ratusan juta uang mereka raib di tangan warga Desa Waempubbu, Kecamatan Amali itu.

Korban akhirnya melapor ke polisi, setelah usaha mereka tak mengalami kemajuan dari modal usaha yang telah diberi ‘Jampi-jampi’ oleh Arif.

Para korban mengaku tergiur dengan modus yang dijalankan Arif karena melihat keberhasilan seorang korban mendadak memiliki mobil. Kendati belakangan diketahui mobil tersebut dibeli dengan cara kredit melalui perantara Arif.

Korban selanjutnya, menceritakan bahwa berkat bantuan Arif. Usahanya lancar bahkan keuntungan yang didapat pun berlipat ganda.

Cerita itu berkembang hingga membuat warga lain tergiur. Salah seorang korban, Irwan bahkan nekat menggadaikan rumahnya, lalu menyerahkan uang hasil gadai tersebut kepada Arif.

“Saya serahkan uang ke dia (Arif). Karena kalau sudah dimantrai usaha kita akan lancar dan mendapatkan keuntungan,” kata Irwan.

Karena terlanjur percaya, Irwan lalu mengajak empat orang anggota keluarga untuk mengikuti jejaknya menyerahkan uang kepada sang dukun untuk mendapatkan mobil dan motor.

“Saya berjumlah empat orang yang ikut, uang yang saya serahkan ke pelaku berjumlah Rp70 juta,” bebernya.
Korban lain, H Rahman mengaku kerugiannya mencapai Rp160 Juta. Rahman mengisahkan, awalnya dia diminta oleh Arif mengambil uang kredit di bank sebesar Rp100 juta.

Selanjutnya hasil pinjaman di bank tersebut sebesar Rp50 juta dipinjam oleh Arif dengan alasan ada keperluan mendesak. Karena dijanji akan dikembalikan secepatnya, Rahman pula rela saja hasil kredit bank tersebut diserahkan kepada Arif.

Tak berhenti sampai di situ, Rahman lalu kembali mengambil uang kredit lalu diserahkan kepada Arif untuk dibacakan mantra agar jualannya makin laris.

“Setiap saya kasi keluar uang selalu diserahkan ke Arif. Begitu juga dengan pencairan uang di bank. Dia (Arif) yang tentukan hari yang baik untuk mengambil uang,” papar Rahman.

Untuk menutupi kedoknya, Arif kerap membawakan barang campuran ke korban untuk dijual.
Selain itu untuk menutupi uang pinjaman sebesar Rp160 juta yang diambil dari Rahman, Arif menyerahkan satu unit mobil Xenia dengan catatan dikredit.

“Berjalan tujuh bulan saya tidak mampu bayar kredit mobil itu. Jadi dipindah tangankan,“ tambah Rahman.
Selain Irwan dan H Rahman, setidaknya ada 16 warga Kelurahan Watangpalakka lainnya terperdaya modus penipuan yang dijalankan Arif.

Dalam menjalankan aksinya, Arif menggunakan sejumlah alat untuk wadah ‘Jampi-jampi’ modal usaha. Adapun alat yang digunakan, antara lain piring berwarna hijau, berisikan palawija, tiga koin mata uang Arab, dua koin mata uang Malaysia, selembar uang Rp5 ribu terlipat, kunyit, dan sebuah batu berwarna cokelat.

Uang yang telah diberi ‘Jampi’jampi kemudian disimpan di rumah Arif. Setelah tiga hari kemudian, korban mendatangi rumah Arif untuk mengambil sebagian uang sebagai modal usaha. Karena usaha tak kunjung maju, korban melapor ke polisi. Apalagi, sebagian harus terlilit utang karena tak bisa membayar kredit bank.
Berdasarkan laporan korban, pihak Polres Bone pun bergerak cepat dan meringkus pelaku di rumahnya di Desa Waempubbu, Kecamatan Amali, Sabtu, 16 Desember lalu sekira pukul 01.30 Wita.

Di hadapan polisi, Arif membantah telah melakukan penipuan. Ia berkilah hanya membantu keluarga untuk mendapatkan modal usaha di bank.

“Saya bekerja sama untuk mengambil uang kredit di bank. Mereka (korban) saya ajak kerja sama karena masih ada hubungan keluarga. Hanya kredit di bank, tidak ada penggandaan uang,” kata pria yang mengaku pernah bekerja sebagai tukang becak selama delapan tahun itu.

Dia menambahkan semua mobil yang dibeli dengan sistem kredit ditarik pihak bank karena orang yang difasilitasi untuk mendapatkan mobil, tidak mampu melunasi cicilan.

“Ada 10 mobil saya kasi keluar dan diambil korban. Namun dilepas karena tidak mampu bayar kredit,” tambahnya. Arif berkilah, sistem yang dia terapkan bukan penipuan.

“Saya tidak tahu kalau itu menipu. Yang saya ambil uangnya kemudian berikan mobil dan barang jualan keluarga sendiri,” beber pria berkepala plontos itu.

Selama menjalankan aksinya diperkirakan Arif telah mengantongi uang korbannya sebesar Rp1,6 miliar.
Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH SIK MSi menegaskan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penelusuran terkait kasus tersebut.

“Pelaku sudah diamankan, namun kami tetap dalami kasus ini. Apakah yang bersangkutan melakukan aksinya sendiri atau melibatkan orang lain,” tegasnya.

Kadarislam mengharapkan warga agar waspada untuk mencegah kejadian serupa. “Rejeki sudah ada yang atur, tidak perlu percaya dengan baca-baca (Dukun) seperti itu,” kuncinya.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bone, A Saiful menilai kasus ini perlu diusut tuntas untuk membongkar kemungkinan adanya jaringan yang terbentuk. “Kita apresiasi tindakan aparat kepolisian yang telah menangkap pelaku. Namun ini perlu ditelusuri lebih jauh, kemungkinan adanya pihak-pihak lain yang terlibat. Jaringan modus penipuan ini harus diusut tuntas,” ujar Saiful.

Politisi PPP ini juga meminta masyarakat tidak gampang percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kekayaan secara instan. “Jadi, jangan gampang percaya jika ada pihak yang mengajak untuk memberikan kekayaan dengan cepat. Penipuan berkedok dukun seperti ini harus kita waspadai,” kunci dia.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top