Parpol Didorong Terapkan Penjaringan Ketat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Parpol Didorong Terapkan Penjaringan Ketat

Pendidikan politik yang digelar DPC PDIP Bone di Kecamatan Tonra beberapa waktu lalu.

Tolak Balon Pengumbar Janji

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB–Partai politik didorong menerapkan penjaringan ketat jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang. Pengamat politik Ali Anas menilai, kapasitas partai politik diuji. Khususnya membangun kualitas demokrasi melalui pesta demokrasi Pilkada Bone.
“Logikanya sederhana, apabila salah memilih figur maka akan berdampak terhadap citra partai,” ujarnya kepada RADAR BONE, Senin 20 Maret kemarin.

Di era demokratisasi saat ini lanjut Ali Anas, dibutuhkan komitmen pendidikan politik dan itu wajib dilaksanakan partai politik. “Setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan jika kita ingin kualitas demokrasi. Pertama pendidikan politik yang baik bagi masyarakat, figur yang lahir dari aspirasi masyarakat dan peraturan perundang-undangan dalam hal ini undang-undang parpol,” jelasnya.

Selama ini ada beberapa partai yang sudah cukup dewasa dalam melakukan penjaringan figur seperti PAN, Golkar, Gerindra, PDI Perjuangan dan beberapa partai lainnya, namun gagal di pilkada.
“Seperti yang terjadi di pilkada Takalar itu adalah bentuk kegagalan partai besar tersebut melakukan penjaringan. Sokongan besar terhadap incumbent yang justru menuai kekalahan. Bukan karena adanya dua kekuatan besar yang bermain tetapi ini bukti bahwa ada ketidak cermatan memilih figur,” tegasnya.

Sekretaris DPD PAN Bone, Herman ST menegaskan, setiap pelaksanaan pilkada, partainya memberlakukan penjaringan ketat. “Itu sudah kita terapkan. Karena memang dalam menentukan figur yang akan diusung, semua berdasar dari penjaringan yang dilakukan partai,” ujarnya.

PKS turut memberlakukan penjaringan ketat menghadapi pesta demokrasi Pilkada 2018. Pengurus DPD PKS Bone, Ir Efendi menyebutkan, tim penjaringan segera dibentuk, guna menentukan figur yang akan diusung di Pilkada Bone mendatang.

“DPW maupun DPP dalam menentukan calon tetap mengacu nama-nama yang disodorkan DPD dari hasil penjaringan. Ketika tiga nama yang disodorkan, maka DPW dan DPP akan menverifikasi nama-nama tersebut untuk selanjutnya ditetapkan satu nama yang bakal diusung di pilkada,” tutupnya.

 

To Top