Pegawai Keuangan Pemkab Terancam Dipecat – Radar Bone

Radar Bone

Uncategorized

Pegawai Keuangan Pemkab Terancam Dipecat

Terlibat bisnis Narkoba

PENULIS : HERMAN  KURNIAWAN

WATAMPONE, RB–Peredaran narkoba sudah merambah ke lingkungan pemerintah daerah. Seorang PNS yang bekerja di Bagian Keuangan Sekretariat Daerah (Setda) Bone diciduk polisi karena mengedarkan sabu.Pegawai di jajaran Pemkab Bone digemparkan dengan kabar penangkapan BD, pegawai berstatus PNS yang bertugas di Bagian Keuangan sekretariat daerah. Pria berusia 33 tahun ini diciduk polisi di rumahnya di Jl Bhayangkara, Kelurahan Watampone, Kecamatan Tanete Riattang, Selasa 20 Desember sekira pukul 23.00 Wita. BD yang disebut-sebut sejak lama menjadi target BNN ini ditangkap setelah seorang pria berinisial FD ‘bernyanyi’, bahwa sabu dua paket yang dikuasainya diperoleh dari BD. Tak pelak, polisi pun melakukan pengembangan dengan menggerebek rumah BD.

Kasat Narkoba Polres Bone, AKP Sultan Ikbal yang dikonfirmasi RADAR BONE, Rabu 21 Desember kemarin, membenarkan adanya oknum PNS yang ditangkap anggotanya. Hadjoko menegaskan, pihakanya masih terus melakukan pemeriksaan terhadap oknum pegawai tersebut.

“Betul, pelaku yang ditangkap adalah oknum PNS. Dia masih menjalani proses pemeriksaan,” kata Hardjoko.
Hardjoko menambahkan di tangan kedua pelaku tersebut, pihaknya menemukan dua paket sabu sebagai barang bukti.
“FD ditangkap bersama dengan barang bukti dua paket sabu. Dia mengaku mendapatkan sabu tersebut dari BD, sehingga dilakukan pengembangan dengan mengamankan BD,” jelasnya.

Sekretaris Kabupaten Bone, HA Surya Darma, SE MM yang berusaha dikonfirmasi tak berhasil. Ketua Baperjakat ini tak menjawab saat dihubungi ponselnya malam tadi.

Dengan penangkapan ini, membuat nasib BD berada di ujung tanduk. Dia terancam dipecat sebagai PNS.
Bupati Bone, Dr HA Fahsar Mahdin Padjalangi. MSi dalam berbagai kesempatan selalu mewanti-wanti pegawai negeri sipil atau pejabat di jajarannya untuk tidak terlibat narkoba. Pasalnya jika itu terjadi, Fahsar tak segan-segan untuk mengusulkan pemecatan.
Orang nomor satu di Bumi Arung Palakka ini menyatakan miris melihat peredaran narkoba yang sudah merambah hingga ke desa.

“Kalau ada PNS atau pejabat yang terlibat narkoba, saya pastikan diusulkan untuk dipecat. Ingat itu, tandai-tandai Fahsar kalau saya tidak buktikan,” ungkap Fahsar saat memberi sambutan pada acara Halal Bihalal yang dilaksanakan Pemkab Bone di Masjid Al Markaz Al Maa’rif, Selasa 19 Juli lalu.

Fahsar juga menyatakan mendukung penuh langkah aparat penegak hukum yang melakukan pemberantasan narkoba di daerah ini.
Sebelumnya pada acara rapat koordinasi membahas pemberantasan narkoba bersama Kepala Badan Nakotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, Brigjenpol Drs Agus B Manalu SH itu dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bone di aula Lateya Riduni Rujab Bupati pada Mei lalu, Fahsar jugamenjanjikan untuk memberi hadiah khusus kepada pejabat dan pegawai Bone yang melaporkan pengedar dan pemakai narkoba hingga berhasil ditangkap aparat.

“Saya siap berikan hadiah. Jumlahnya tidak usah saya sebut tapi nilainya bisa lebih besar dari gaji sebulan,” katanya.
Fahsar juga menyatakan tak akan melindungi jika ada anggota keluarganya yang terlibat narkoba.
“Kalau ada kakak, saudara keponakan Fahsar yang ketahuan menggunakan narkoba, tangkap saja. Sisir saja semua tanpa sisa,” tegasnya.

Warning Fahsar terhadap pegawai di jajarannya juga disampaikan, saat pencanangan Kabupaten Bone Sehat Menuju Swasti Saba Wiwerda pada Senin 11 April lalu. “Kalau ada pegawai yang tertangkap terlibat atau bersama-sama bergabung dengan pengguna sabu-saba, terbukti atau tidak, maka akan langsung saya copot dari jabatannya. Dan setelah ada ketetapan hukum oknum itu terbukti, maka saya akan usulkan pemecatan dari PNS,” tegas bupati yang baru saja mengoleksi sejumlah penghargaan bertaraf nasional jelang akhir tahun ini.

PNS terlibat narkoba bukan kali ini terjadi. Sebelumnya seorang guru PNS yang bertugas di SD Negeri 161 Maspul Kecamatan Lappa Riaja berinisial SY ini terjaring razia Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan, Jumat 26 Agustus lalu. .
Dalam penangkapan tersebut, dari tangan SY diamankan sejumlah barang bukti, berupa tiga paket sabu ukuran kecil, alat isap sabu atau bong, timbangan sabu dan dua pireks. Ini belum termasuk pegawai honorer yang sudah dipecat karena terlibat barang haram itu.

To Top