Pelaku Cuma Dikenakan Wajib Lapor – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pelaku Cuma Dikenakan Wajib Lapor

Kapolres Bone, AKBP Raspani saat memberi keterangan sekaligus memperlihatkan barang bukti bantuan bibit jagung yang disita kepada wartawan, Senin 17 Oktober lalu.

Soal Bantuan Bibit Jagung Diperjualbelikan

WATAMPONE, RB—Delapan orang yang diamankan Polres Bone terkait penjualan bantuan bibit jagung dari Kementerian Pertanian RI kini bisa bernafas lega. Pasalnya, mereka cuma dikenakan wajib lapor alias tidak ditahan.
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko berdalih mereka tidak ditahan karena belum ada hasil audit dari Dinas Pertanian Provinsi Sulsel.

Hardjoko mengatakan ke-8 terperiksa ini dikenakan wajib lapor larena dikhawatirkan akan melarikan diri. “Statusnya masih terperiksa. Nanti kalau hasil audit sudah ada, maka arahnya nanti ke tersangka dan penahanan,” katanya.
Hardjoko menambahkan, pelaku hanya diamankan sementara selama 1×24 jam.

“Setelah dimintai keterangan mereka dipulangkan dan wajib lapor,” terangnya.
Diberitakan sebelumnya, Polres Bone berhasil menangkap sindikat penjualan bibit bantuan Kementan dengan cara penyamaran di Pasar Taretta Amali. Polisi berpura-pura sebagai pembeli.
Upaya ini ternyata tidak sia-sia, polisi yang menyamar berhasil menemukan bantuan bibit diperjualbelikan yang dikemas dalam bungkusan plastik.

Dalam operasi yang berlangsung selama dua hari, yakni Minggu-Senin, 16-17 Oktober lalu. Polisi berhasil menyita 3.278 kg bibit jagung dari dua lokasi yang berbeda, yakni Pasar Taretta Amali dan Pasar Sentral Palakka.
Ada delapan orang yang diamankan terkait penyalagunaan bantuan bibit jagung tersebut. Ke-8 orang yang ditangkap, yakni BS (41), SR (58), MA (35), BA (40), RD (43), ID (43), DE (33), dan seorang penyuluh pertanian berinisial SM (45). Adapun ke-7 pelaku lainnya bertindak sebagai penjual dan penyalur.

Terbongkarnya sindikat pelaku penjualan pupuk bantuan ini berawal dari Instruksi Menteri Pertanian RI, HA Amran Sulaiman yang meminta aparat kepolisian mengungkap sekaligus menangkap oknum yang mempermainkan bantuan bibit ja-gung di Amali.
Polisi diberi waktu sepekan untuk membongkar kasus tersebut. Sayangnya, setelah pelaku berhasil diungkap, polisi cuma mengenakan wajib lapor. Alasannya, belum turun hasil audit dari Dinas Pertanian Provinsi Sulsel.

*ASKAR SYAM

To Top