Pelaku Penjualan Bantuan Bibit Jagung di Bone Tak Ditahan. Ada Apa Yah? – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pelaku Penjualan Bantuan Bibit Jagung di Bone Tak Ditahan. Ada Apa Yah?

RADARBONE.CO.ID–Kendati tertangkap tangan melakukan penyelundupan sekaligus penjualan bibit bantuan pemerintah. Namun tiga tersangka dalam kasus ini hanya dikenakan wajib lapor.

Kepolisian Resort Bone membidik tersangka baru dalam kasus penyeludupan dan perdagangan ilegal bibit jagung bantuan pemerintah sebanyak 2,8 ton. Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Dharma Praditya Negara SIK mengatakan kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan awal dan memungkinkan adanya tersangka baru.

“Kemungkinan besar ada tersangka baru, namun kami masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Dharma. Hanya saja, tiga tersangka yang diamankan yakni, Arsyad, Suherman, dan Arisman tidak ditahan, meski ketiganya tertangkap tangan menyalahgunakan bibit jagung bantuan Kementerian Pertanian RI tersebut.
Dharma berdalih ketiga tak ditahan karena kooperatif dalam pemeriksaan.

“Ketiga tersangka tidak kami tahan, namun ketiganya harus wajib lapor,” jelasnya.
Adapun mengenai kasus penjualan bibit jagung yang melibatkan delapan tersangka pada 2016, termasuk di dalamnya salah satu oknum penyuluh terlibat, Dharma menegaskan kasus tersebut sudah berproses di pengadilan.

“Kalau kasus itu, informasi dari penyidik sudah dilimpahkan dan saat ini sudah dalam persidangan,” kunci Dharma.
Tak ditahannya para tersangka menimbulkan sorotan berbagai kalangan.  Pihak kepolisian diminta mengusut tuntas kasus tersebut, dan memberikan efek jera kepada pelaku.

Diberitakan sebelumnya, Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bone berhasil menggagalkan perdagangan bibit jagung bantuan dari Kementerian Pertanian RI, Sabtu 10 November lalu.

Bantuan bibit jagung tersebut seharusnya diberikan secara cuma-cuma kepada petani, tapi justru berada di tangan pihak yang salah. Bibit bantuan pemerintah sebanyak 2,8 ton ditemukan di Kecamatan Amali dan Kecamatan Ulaweng. Bibit jagung bantuan pemerintah diduga hendak diperjualbelikan oleh tiga warga yang diketahui bernama Arisman, Suharman dan Arsyad.
Adapun peran ketiga tersangka, yakni Arisman Alias Aziz Bin Nurdin (29), seorang anggota Kelompok Tani, Desa Mattaropurae, Kecamatan Amali. Diakui bibit jagung diperoleh dari Suharman Alias Suha. Suha adalah warga asal Kelurahan Mampotu di kecamatan yang sama. Suha mengakui barang diperoleh dari Manado. Selanjutnya ia akan menjual bibit jagung tersebut ke pelaku lainnya atas nama Arsyad alias Jojo. Jojo sendiri bertempat di Desa Mulamenre’e Kecamatan Ulaweng. Pria ini sehari-hari bekerja sebagai supir. Di hadapan penyidik, Jojo juga mengakui akan mengantarkan bibit jagung tersebut kepada warga yang telah memesan.
Lanjut Dharma, bibit jagung bantuan pemerintah ini bermerek pioneer dan benih jagung hibrida. Total barang bukti yang diamankan sebanyak 2,8 ton. Lengkap dengan data pemesannya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top