Pelaku Tak Ditahan Polsek, Korban Penganiayaan Mengadu ke Polres  – Radar Bone

Radar Bone

Peristiwa

Pelaku Tak Ditahan Polsek, Korban Penganiayaan Mengadu ke Polres 

PENULIS: AGUSTAPA

RADARBONE CO.ID, WATAMPONE– Salah seorang mahasiswi korban penganiayaan atas nama Sandra Zarazenah Binti Abd. Azis (20) asal Jalan Gunung Bawakaraeng Kelurahan Watampone Kecamatan Tanete Riattang mengeluhkan pelayanan pihak Kepolisian di Polsek Awangpone.

Betapa tidak, gadis yang mengalami tamparan dan pukulan tinju oleh salah seorang warga Desa Cumpiga Kecamatan Awagpone atas nama Andi Sukardi (55) di acara Pesta Rakyat, Minggu, 19 November 2017 lalu sekira pukul 15.00 Wita tidak diamankan oleh pihak petugas kepolisian yang bertugas pada waktu itu.

Bahkan pihak keluarga korban yang melaporkan kejadian tersebut langsung di Polsek Awangpone juga tidak ditindaklanjuti oleh petugas kepolisian.

Sandra sapaan dari Sandra Zarazenah mengatakan pada hari Minggu, 19 November 2017 dia sedang menghadiri acara pesta rakyat di Desa Cumpiga Kecamatan Awangpone sebagai sponsorship kegiatan.

Namun pada saat hendak pulang tepatnya di palang, tiba-tiba ada seorang laki-laki yang menyapanya dengan senyum.

“Pada waktu itu, saya juga membalasnya dengan senyum sambil mengucapkan apa? Tiba-tiba, datang Andi Sukardi (pelaku penganiayaan) langsung menampar saya. Pada saat saya mengatakan kenapa? Pelaku langsung meninju saya dengan tangannya yang mengakibatkan pipi saya menjadi memar,” ceritanya.

Karena tidak terima perlakuan pelaku, keluarga Sandra pun melaporkan kejadian tersebut di Polsek Awangpone.

“Pada waktu itu, petugas yang melayani atas nama Amirullah,” katanya.

Namun pada saat pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut, pihak petugas Polsek Awangpone hanya mencatat kejadian tersebut, pihak pelapor tidak diberikan Surat Tanda Bukti Lapor.

“Alasan pihak kepolisian printer lagi rusak,” ungkapnya.

Hal itu pun juga dibenarkan oleh Cemming Paman Korban. Pada saat melapor di Polsek Awangpone, petugas kepolisian atas nama Amirullah mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak petugas yang menjaga keamanan di lokasi kejadian penganiayaan. Bahkan Amirullah mengaku patugas Polsek juga telah mengamankan pelaku.

“Tapi faktanya setelah kami ke lokasi kejadian, ternyata yang diamankan hanyalah korban penganiayaan (Sandra) di Balai Desa. Sedangkan pelaku penganiayaan (Andi Sukardi) tetap duduk-duduk santai dekat palang,” katanya.

Selaku pihak keluarga, Cemming sangat menyayangkan sikap kepolisian yang membiarkan pelaku penganiayaan bebas berkeliaran.

“Padahal kami selaku pihak keluarga korban juga bisa bertindak arogan kepada pelaku, namun kami menghargai pihak kepolisian karena mengingat kejadian itu telah kami laporkan,” paparnya.

Dibeberkan Cemming pada waktu itu, ada tiga orang Polsek Awangpone yang bertugas dalam kegiatan Pesta Rakyat yakni Azis, Akil dan Andi Sulaiman.

“Namun pada saat kami berkoordinasi mengenai tindaklanjut dari kejadian itu, justru para petugas kepolisian saling lempar tanggungjawab,” terangnya.

Hal senada juga diungkapkan Irma Tante Korban. Karena tidak menerima pelaku penganiayaan dibiarkan begitu saja berkeliaran, maka dia pun melaporkan kejadian tersebut langsung ke Mapolres Bone.

“Pada hari itu, Minggu 19 Novemver 2017 kami langsung melapor ke Mapolres Bone. Alhamdulillah laporan kami sudah diterima lengkap dengan Surat Tanda Bukti Lapor. Kami berharap laporan tersebut secepatnya ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian, supaya pelaku penganiayaan diberikan tindakan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” pintanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top