Pelaku Terancam Hukuman Mati – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pelaku Terancam Hukuman Mati

Bupati Bone, HA Fahsar M Padjalangi saat menjenguk Nur Asqin putri Harnisa, ibu yang tewas terpanggang bersama putri bungsunya, Nur Sifiqah, Sen in 24 Oktober kemarin.

Soal Pembunuhan Ibu dan Anak di Libureng

WATAMPONE, RB—Pelaku pembunuhan ibu dan anak di Desa Mattiro Bulu Kecamatan Libureng, Jumardi (25) dikenakan pasal berlapis, yakni pembunuhan berencana dan pengrusakan. Atas perbuatannya tersebut, pria beristri ini terancam hukum mati.
Hal ini ditegaskan Kapolres Bone, AKBP Raspani SIK yang dikonfirmasi RADAR BONE, Senin 24 Oktober kemarin.

Menurut dia, pelaku disangkakan pasal berlapis, yakni pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Kemudian pasal 406 KUHP tentang pengrusakan, serta Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman pidana hukuman mati atau seumur hidup.

“Pelaku disangkakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati,” tegasnya.
Untuk melengkapi berkas pemeriksaan tersangka, penyidik Reserse Umum Polres Bone menyambangi TKP di Dusun Tea, Desa Mattiro Bulu, Kecamatan Libureng, kemarin. Sayangnya, karena terkendala medan jalan yang berat menuju ke TKP, pemeriksaan saksi pun dilakukan di Puskesmas setempat.

“Saat ini saya masih diperjalanan menuju ke TKP. Hanya saja ada kendala karena lokasi sulit diakses dengan menggunakan mobil,” kata salah seorang penyidik. Penyidik pun mengambil keterangan dari tetangga korban di puskesmas, tempat dimana putri sulung korban, Nur Asqin Binti Syahrul (9) dirawat.

Kasus ibu dan anak yang ditemukan tewas terbakar di Dusun Tea, Desa Mattiro Bulu, Kecamatan Libureng ternyata adalah korban pembunuhan. Dia dianiaya oleh tetangganya bernama Jumardi.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran yang melanda rumah Harnisa Binti Sukardi (39) ter-nyata adalah upaya pelaku untuk menghilangkan jejak. Pria yang merupakan sales tersebut tega membakar Harnisa dan putri bungsunya, Nur Sifiqah Binti Syahrul (4) setelah keduanya terlebih dahulu diparangi.

Tak hanya itu, anak sulung korban, Nur Asqin Binti Syahrul (9) tak luput dari aksi beringas pelaku. Namun, Nur Arqin Syahrul lebih beruntung. Dia berhasil melarikan diri sekaligus membeberkan tindakan keji Jumardi yang dikenal sebagai tengganya. Berdasarkan pengakuan Nur Arqin inilah, kemudian polisi melakukan penelusuran jejak Jumardi. Maklum, setelah membakar rumah korban, pria berusia 22 tahun ini sempat berusaha mengecoh warga. Saat api membakar korban, dia lalu berteriak meminta tolong kepada warga lainnya, bahwa rumah korban terbakar. Tapi setelah mengetahui, bahwa putri sulung korban masih hidup, Jumardi pun melarikan diri ke Bulukumba dan bersembunyi di kampung istrinya.

Polisi yang telah mengantongi identitas pelaku, setelah mendapat informasi dari putri sulung korban. Pelaku pun akhirnya berhasil dibekuk hanya dalam waktu 36 jam. Jumardi diciduk di kampung sang istri di Dusun Ulu Tedong, Desa Gantara, Kecamatan Uloe, Kabupaten Bulukumba Sabtu, 22 Oktober lalu sekira pukul 13.30 Wita. Saat tiba di Mapolres Bone pelaku, Jumardi (25) sempat membantah membunuh korban.

Hanya saja setelah didesak berdasarkan keterangan korban yang selamat Nur Arqin, pria ini akhirnya mengakui perbuatannya.
Di hadapan penyidik, Jumardi mengaku masuk ke rumah korban melalui bagian belakang. Dia melewati dinding rumah yang terbuat dari papan. Rencana ini sudah dipersiapkan pelaku, namun dia beraksi setelah mengetahui suami korban, Syahrul pergi merantau ke Kalimantan, beberapa hari sebelumnya.

Melihat korban tertidur pulas, pelaku pun berusaha melakukan pemerkosaan. Namun aksi pelaku tak berhasil setelah korban terbangun dan melakukan perlawanan. Di tengah suasana gaduh tersebut kedua anak korban, Nur Sifiqah Binti Syahrul (4) dan Nur Asqin Binti Syahrul (9) terbangun. Pelaku yang sudah ketahuan aksinya pun kalap dan memarangi ketiganya.

Untuk menghilangkan jejak, pelaku lalu mengambil kompor dan membakar rumah korban. Sebelum kabur, pelaku sempat mengambil harta milik korban berupa kalung emas serta uang tunai dari lemari. Namun demikian, pelaku tak menyadari putri sulung korban, Nur Asqin Binti Syahrul berhasil melarikan diri dengan sejumlah luka sabetan parang di tubuhnya. Bocah berusia sembilan tahun inilah yang kemudian membeberkan identitas pelaku.

*ASKAR SYAM

To Top