Pelaku Ternyata Sudah Pinang Gadis Lain – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pelaku Ternyata Sudah Pinang Gadis Lain

Suharniati Suardi, bidan yang ternyata sudah dilamar oknum polisi, Muhlis.

Soal Kematian Calon Bidan Dibunuh Sang Pacar

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

WATAMPONE, RB—Terungkapnya pelaku pembunuhan Harmawati binti Dolla (21), gadis cantik lulusan Akbid Syekh Yusuf, Gowa membuat gempar warga Desa Lappa Bosse Kecamatan Kajuara. Pasalnya, pria yang tega menghabisi nyawa gadis asal Sultra itu
adalah merupakan warga setempat.

Penemuan mayat gadis cantik oleh warga Desa Lappa Bosse Kecamatan Kajuara, Senin 15 Agustus lalu telah menggerkan warga setempat. Kegegeran warga makin bertambah takkala mengetahui pembunuh gadis tersebut adalah seorang oknum polisi yang merupakan warga Lappa Bosse.

Kehebohan kian memuncak, setelah korban disebut-sebut sebagai pacar Bripda M. Bagaimana tidak, Bripda M ternyata kini dalam persiapan menuju ke pelaminan dengan gadis lain.
Kepala Desa Lappa Bosse, Andi Muhammad Ridwan meng-ungkapkan sebulan lalu, Bripda M telah mengajukan lamaran kepada seorang gadis di Desa Gona berinisial AN yang diketahui sebagai pacarnya. Ridwan mengaku ikut serta dengan pihak keluarga me-minang gadis pujaan oknum polisi yang bertugas di Satuan Sabhara Polda Sulsel tersebut.

Karenanya, dia heran setelah mendengar kabar, bahwa mayat gadis yang ditemukan di wilayahnya itu adalah pacar Bripda M. “Dia (Muhlis) sudah melamar pacarnya yang tinggal di desa tetangga. Calon isterinya adalah pacarnya sendiri. Mereka memang pacaran. Dia sering ke rumah orang tuanya bertamu,” beber Ridwan kepada RADAR BONE, Jumat 19 Agustus kemarin.
Menurut Ridwan, pernikahan M dengan pacarnya, AN tinggal menunggu penentuan waktu. Pasalnya, uang belanja juga sudah diserahkan ke pihak calon mempelai wanita.

“Saya ikut pada saat proses lamaran. Uang panai sudah diserahkan sebesar Rp50 juta. Belum ada tanggal nikah karena M beralasan sedang sibuk me-ngurus administrasi di Polda,” ungkap Ridwan.
Makanya, Ridwan heran jika M memiliki pacar lain. Apalagi, M tidak pernah terlihat membawa gadis lain ke rumah orangtuanya. Selain gadis asal desa tetangga yang sudah dipinang tersebut.“Setahu keluarga, tidak pernah ada wanita dia bawa ke rumah orang tuanya. Terakhir, Muhlis datang ke rumah orang tuanya pada Jumat 12 Agustus lalu. Itu pun dia datang subuh-subuh,” tambahnya.

Selanjutnya setelah itu, sambung Ridwan kabar M tak terdengar lagi hingga akhirnya beredar kabar, bahwa dia yang menjadi pelaku pembunuhan gadis cantik yang ditemukan di desa yang dipim-pinnya. “Awalnya saya melihat berita di media elektronik, bahwa inisial pelaku pembunuhan adalah M. Karena curiga saya mendatangi rumah orang tuanya dan meminta agar adiknya menghubungi nomor ponsel Muhlis. Namun adiknya mengatakan sejak ada kabar kalau pelaku pembunuhan menyerahkan diri, nomornya sudah tidak aktif. Waktu itu saya katakan kemungkinan besar Muhlis yang telah membunuh,” katanya.

Untuk memastikan kecurigaannya tersebut, Ridwan pun menghubungi penyidik Polres Bone, untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi yang dilansir media. “Saya sudah hubungi penyidik dan dibenarkan bahwa pelaku adalah Bripda M. Belum ada keluarga datang menjenguk karena menurut polisi belum bisa dijenguk. Saya sudah komunikasikan ke penyidik, kalau sudah dibolehkan menjenguk, saya akan mendampingi orang tuanya ke Polres,” katanya.

Ridwan mengaku penemuan mayat Harmawati hingga terungkap-nya M sebagai pelaku menimbulkan kehebohan di desanya. “Sudah beredar di sini. Setiap hari banyak warga yang mendatangi rumah orang tua Muhlis,” jelas Ridwan.
Dijelaskan Ridwan, bahwa Bripda M adalah putra pasangan TH (52) dan HM (50). Dia tiga bersaudara dan orangtuanya me-rupakan petani yang cukup dikenal di desanya. Tak heran, setelah orangtua M mengetahui keterlibatan anaknya dalam kasus kematian Arma membuatnya terpukul. Bahkan dia berusaha bunuh diri. Karenanya barang-barang yang berpotensi menghilangkan nyawa di singkirkan darI rumah orangtua Bripda M, seperti racun kimia dan benda tajam. Orangtua Bripda M kecewa karena dia sudah bersusah payah menyekolahkan anaknya untuk menjadi polisi.

Namun kenyataan yang di-terima, malah membuat aib bagi keluarga. “Untuk sekolahkan Muhlis hingga jadi polisi, orang-tuanya jual sapi dan sawah. Orangtuanya juga ambil kredit di BRI,” ungkap Ridwan.
Kerabat korban, Anty me-ngatakan dirinya pernah dihubungi korban, bahwa dirinya aberangkat ke Bone untuk diperkenalkan dengan keluargan Bripda M sebelum dinikahi.“Dia bilang mau dikasi ketemu dengan calon mertuanya. Makanya kami teman-temannya senang waktu dia mau berangkat,” beber Anty.

Lebih jauh Anty mengungkapkan, saat ini pihak keluarga belum bisa menerima kematian Harmawati. Mereka mendesak pelaku dihukum mati. Sejauh ini, kondisi ibunda Harmawati masih shock dan kerap jatuh pingsan takkala nama Harmawati disebut. “Kami tidak menyangka pacarnya tega membunuh korban. Keluarga berharap agar pelaku dihukum mati. Sampai sekarang kondisi mamanya masih shock dan tidak bisa diajak bicara. Kalau dibahas lagi soal Harma dia langsung pingsan,” jelas Anty
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko membenarkan bahwa tersangka kasus pembunuhan Harmawati adalah M yang merupakan warga Desa Lappa Bosse, Kecamatan Kajuara.“Iya betul, pelaku warga Kecamatan Kajuara. Sampai saat ini masih kami dalami sambil menunggu hasil otopsi dari Polda Sulsel,” katanya.

*ASKAR SYAM

To Top