Pemilik Klinik: Pasien Tak Terganggu – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pemilik Klinik: Pasien Tak Terganggu

Bangunan Klinik Menyatu Rumah Tinggal Perorangan

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB–Pemilik klinik menyatakan meski rumah tinggal mereka menyatu dengan bangunan klinik. Namun, hal itu dianggap tak mengganggu pelayanan dan kenyamanan pasien. Penanggung jawab Klinik Zahra, dr Lily Nicolas yang ditemui RADAR BONE, Senin 27 Februari kemarin mengakui pemilik klinik yang dikelolanya tinggal dalam satu bangunan dengan klinik. Namun demikian, jalur masuk ke ruang klinik dengan rumah pemilik berbeda. Meskipun cuma dipisahkan oleh tembok.

”Pernah memang ada penyampaian dari pihak BPJS Kesehatan, bahwa pengguna kartu BPJS Kesehatan tidak boleh dirawat inap di klinik ini (Zahra), karena ada pemiliknya tinggal di tempat tersebut. Makanya sekarang kami tidak menerima pengguna kartu BPJS untuk rawat inap. Tapi untuk pasien umum, kami masih melayani pasien rawat inap,” kata Lily.

Dokter senior ini menambahkan, khusus untuk rawat inap dari pasien, pihaknya membatasi karena keterbatasan ruangan. “Untuk rawat inap pasien umum maksimal dua pasien, karena memang ruangannya hanya mampu memuat dua orang saja. Kami lakukan itu, karena pemilik yang tinggal di sini tidak mengganggu pasien, karena mereka tinggal di bagian belakang, Dan ada tembok yang memisahkan antara pemilik dengan pasien,” beber Lily.

Pemilik klinik lainnya, dr H Anwar juga tak menampik jika bangunan klinik dengan rumah huniannya menyatu atau dalam satu lokasi. Untuk jalan masuk ke rumah, kata Anwar, yakni lewat samping bangunan klinik, sehingga tidak mengganggu kelancaran pelayanan pasien. “Klinik kami juga sudah disurvei sebelum diterbitkan surat izinnya dan sampai sekarang belum ada perubahan bangunannya. Berarti, itu tentu sudah memenuhi persyaratan, karena izinnya sudah terbit dan memang bangunannya berpisah antara tempat tinggal dengan tempat pemeriksaan pasien (Klinik),” jelas pemilik Klinik Asri itu.

Klinik lainnya yang diduga menyatu dengan bangunan rumah pemiliknya adalah Klinik Kasih Ibu.
Pemilik Klinik Kasih Ibu, dra Hj Ummul Khairi Z Apt MKes menegaskan, bahwa dirinya tidak tinggal lagi di klinik tersebut karena memiliki rumah yang lain yang terletak di Jl Sungai Kapuas. “Kami tidak pernah bermalam di klinik, karena ada juga rumah pribadi di luar klinik. Dan memang sebelumnya kami sudah disampaikan dari Dinas Kesehatan, tidak diperbolehkan tinggal bersama dengan pasien, makanya kami tidak pernah bermalam di klinik,” paparnya.

To Top