Pemkab Bone Klaim Angka Kemiskinan Turun – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pemkab Bone Klaim Angka Kemiskinan Turun

Kepala Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe, Muh Yasin berbincang dengan salah seorang warganya bernama Senna. Wanita lajang ini merupakan salah satu warga miskin yang ada di daerah ini.

PENULIS : ROSDIANA SULJA

WATAMPONE, RB–Pemerintah Kabupaten Bone melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menegaskan, angka kemiskinan di daerah ini jauh menurun dibanding data yang dirilis Dinas Sosial Provinsi Sulsel. Kepala Bidang Pemerintahan Sosial Budaya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bone, Hj Samsidar menegaskan, jika merujuk pada sistem database desa dan kelurahan (SDDK) maka total angka kemiskinan di Kabupaten Bone hanya sebesar 71.566 jiwa. Atau jauh menurun dari data yang dirilis Dinas Sosial Provinsi Sulsel berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), dimana jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bone sebanyak 314.569 jiwa dari 80.157 kepala keluarga (KK).

Ini sekaligus menegaskan sebagai angka kemiskinan terbanyak di Sulsel. Disusul Kabupaten Gowa dengan jumlah penduduk miskin 271.566 jiwa dari 132.472 KK dan Kota Makassar menempati posisi ketiga dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 228.144 dari 50.526 KK.

“Angka 71.566 jiwa ini dibagi menjadi tiga kategori yakni kategori pertama sangat miskin sebanyak 34.658, miskin 33.620 dan hampir miskin 3.288 orang,” bebernya.
Angka 71.556 jiwa tersebut, kata Samsidar berdasar pada SDDK yang telah diassesmen by name by adress yang telah dilakukan sejak 2014-2016.

Untuk lebih akuratnya lagi mengenai data warga miskin by name by address tersebut, kata Samsidar, bisa dilihat dalam Sistem Database Desa dan Kelurahan.

Data ini memuat profil setiap desa dan kelurahan secara lengkap termasuk detail kondisi dari setiap rumah tangga.
Misalnya saja jenis rumah yang ditinggali, jenis lantai, dinding, fasilitas air minum dan BABS, juga latar belakang pendidikan anggota keluarga dan lainnya.

Samsidar menargetkan persentase angka kemiskinan di Bone yang kini berada di kisaran 10,12% akan turun menjadi 9-10% pada 2018. “Kita punya data cukup lengkap, sampai peta ada,” tutur Samsidar.

Data yang dimiliki inilah, kata Samsidar yang selalu dijadikan rujukan dalam mengeksekusi program.
Pasalnya, data tersebut diperbaharui setiap tahun. Berbeda dengan data pusat yang keluar setiap tiga tahun.
Samsidar menambahkan, khusus di sektor pendidikan, pihaknya kini memiliki program yang diberi nama Gerakan Masyarakat Lisu Massikolah Paimeng (Gemar Limas). “Ada tiga desa kita targetkan tuntas wajib belajar 9 tahun,” terangnya.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bone, A Abu Bakar dalam pertemuan beberapa waktu lalu, menegaskan data dalam SDDK yang diupdate setiap saat bisa menjadi patokan bagi setiap SKPD untuk melakukan intervensi program termasuk menurunkan angka kemiskinan.

“Seperti yang dilakukan Dinas Peternakan Kabupaten Bone dengan memberikan bantuan ternak kepada kelompok peternak dari warga ekonomi lemah,” katanya.

Begitupula dengan Dinas Ketahanan Pangan membina kelompok wanita tani melalui bantuan bibit sayur sehingga bisa meningkatkan pasokan konsumsi gizi anggota keluarga, ataupun dengan pelatihan keterampilan bagi anak-anak pekerja dari Dinas Tenaga Kerja dan lainnya.

Wakil Bupati Bone, Drs H Ambo Dalle MM selaku Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) mengatakan angka kemiskinan berdasarkan basis data terpadu program perlindungan sosial memang tinggi, karena dibagi menjadi empat desil. Sehingga berbeda dengan data yang direkap dari sistem database desa dan kelurahan (SDDK) yang telah diassesmen by name by adress.

“Data yang akurat itu adalah SDDK ini karena jelas nama dan alamatnya. Beda dengan data dari data BPS yang tidak diketahui mana orangnya dan alamatnya,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Dinas Sosial Provinsi Sulsel mencatat tiga daerah memiliki penduduk miskin terbanyak, yakni Bone, Gowa dan Makassar. Dari ketiganya, Bone menempati urutan paling atas.

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), jumlah penduduk miskin di Kabupaten Bone sebanyak 314.569 jiwa dari 80.157 kepala keluarga (KK). Menyusul Kabupaten Gowa dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 271.566 jiwa dari 132.472 KK. Kota Makassar menempati posisi ketiga dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 228.144 dari 50.526 KK.

Terkhusus di Bone, berdasarkan Basis Data Terpadu untuk Program Perlindungan Sosial 2015, data dibagi menjadi empat desil. Desil pertama, yakni rumah tangga atau individu dengan kondisi kesejahteraan sampai dengan 10 persen terendah di Indonesia berjumlah 203.647 jiwa atau 45.442 rumah tangga. Kemudian desil dua dengan kondisi kesejahteraan antara 11%-20% terendah di Indonesia jumlahmya 66.393 jiwa atau 21.407.

Desil tiga dengan kondisi kesejahteraan antara 21% sampai 30% terendah di Indonesia mencapai 34.023 atau 10.530 rumah tangga. Terakhir desil empat dengan kondisi kesejahteraan antara 31-40% terendah jumlahnya 10.506 jiwa atau 2.774 jiwa.
Adapun penyumbang penduduk miskin terbanyak di Bone berasal dari Kecamatan Tellu Siattinge berjumlah 18.576 jiwa. Disusul Kajuara 17.390 jiwa dan Awangpone 15.781 jiwa.

 

To Top