Pemkab Bone Usulkan Tambahan Anggaran Pilkades Rp800 Juta – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pemkab Bone Usulkan Tambahan Anggaran Pilkades Rp800 Juta

Tenaga honorer di lingkup Pemkab Bone dilibatkan dalam penyortiran surat suara pilkades di Gedung PKK, November 2015 lalu.

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB—Kendati sudah dianggarkan dalam APBD pokok 2016 sebesar Rp1.370.000.000. Namun anggaran pemilihan kepala desa (Pilkades) se-rentak jilid II tersebut tetap saja dinilai tak cukup.
Karenanya, pemkab me-lalui Bagian Pemerintahan Desa setda Bone mengusulkan penambahan anggaran sebesar Rp800 juta dalam APBD perubahan nanti.

Kepala Bagian Pemdes Setda Bone, Dr Andy, MSi mengatakan jumlah desa yang meng-ikuti pemilihan serentak sebanyak 141 desa. Komposisi kepanitian pilkades di setiap desa terdiri tujuh orang ditambah. Ini belum termasuk petugas TPS. Padahal di dalam anggaran Rp1,3 miliar pada APBD pokok, cuma terhitung satu ketua panitia.
Padahal ada 141 desa yang akan menggelar pilkades yang notabene setiap desa terdapat satu panitia. Karenanya, dana yang dialokasikan dalam APBD pokok tersebut tidak cukup.

“Makanya dalam perubahan nanti akan diusulkan penambahan anggaran sebanyak Rp800 juta, dimana pada penganggaran pokok tersebut ada kesalahan, karena upah ketua panitia hanya dianggarkan satu orang saja. Sementara ketua panitia sebanyak 141 orang,” jelas Andy.

Lebih jauh Andy merincikan upah ketua panitia pilkades sebesar Rp300,000 per orang, sekretaris panitia Rp275.000 dan anggota Rp250.000.
“Kemudian pemberian upah itu ada yang hanya satu kali upah saja dan ada dua kali, maka itu akan diubah agar semua bisa diupah sampai empat bulan. Karena dalam pengurusan pilkades tersebut berjalan selama empat bulan,” beber Andy kepada RADAR BONE Jumat 16 September lalu.

Lebih jauh Andy menjelaskan, bahwa dalam pemilihan kepala desa tersebut ada beberapa yang harus dibiayai. Selain upah panitia, juga ada ATK, surat panggilan, biaya cetak, apel akbar, surat suara dan banyak lagi kegiatan lainnya sampai dengan pelantikan..

“Menggunakan anggaran sebanyak Rp1.370.000.500 tentu belum cukup, karena adanya kesa-lahan penganggaran. Bayangkan kalau yang dianggarkan hanya satu saja ketua panitia, sedangkan jumlah ketua panitia yang ada sesuai dengan jumlah desa yang melaksanakan pilkades. Kemudian belum masuk petugas TPS, sedangkan dalam satu desa terdiri dari beberapa TPS dan jumlah petugas TPS juga berkisar tujuh orang. Makanya inilah yang akan diusulkan untuk tambahan anggaran pada anggaran perubahan nantinya,” jelas Andy. Lanjut Andy, saat ini tahapan pilkades sudah memasuki pembekalan panitia pilkades yang tersebar di sejumlah kecamatan.

*ASKAR SYAM

To Top