Pemprov Hentikan Kucuran Dana Pendidikan Gratis – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pemprov Hentikan Kucuran Dana Pendidikan Gratis

PENULIS : AGUSTAPA

WATAMPONE, RB—Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menghentikan kucuran dana pendidikan gratis (DPG) ke daerah mulai tahun depan. Meski begitu, dana pendamping yang disiapkan pemkab sebesar Rp20 miliar tetap dialokasikan ke dalam APBD 2017. Pembiayaan program dana pendidikan gratis selama ini ditalangi secara patu-ngan antara Pemprov Sulsel dan Pemkab Bone. Adapun persentase pembiayaan, yakni 40% ditanggung pemrov dan selebihnya 60% ditangani pemkab.

Dana pendidikan gratis selama ini digunakan untuk membiayai pemberian insentif bagi kepala sekolah sekolah, wakil kepala sekolah, wali kelas, pustakawan, satpam, bujang sekolah hingga guru non PNS di semua tingkatan sekolah. Kepala Bidang Program Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Drs H Ibrahim Yukkas MSi kepada RADAR BONE mengatakan dengan dihapusnya kucuran dana pendidikan gratis dari Pemprov Sulsel mulai 2017, maka pemkab memiliki kewenangan untuk mengatur anggaran tersebut.

Dalam APBD 2017, kata Ibrahim pihaknya masih meng-anggarkan sebesar Rp20 miliar. Dana sebesar itu, kata dia belum bisa dikatakan sebagai dana pendidikan gratis, karena peruntukannya akan mengalami beberapa perubahan.
“Nantinya dana ini (Dana pendamping DPG) akan dialihkan untuk membiayai beberapa kegiatan yang kemarin tidak bisa didanai melalui APBD, seperti pengadaan mobiler. Pengadaan mobiler ini kan mendesak tapi tidak ada dananya. Makanya dana ini bisa dialihkan ke ke sana (Pe-ngadaan mobiler,” jelas Ibrahim kepada RADAR BONE di ruang Kabid Anggaran DPKAD Bone, Rabu 30 November lalu.

Tak hanya itu, kata dia dana DPG (2017) juga bisa digunakan untuk membiayai pelatihan calon kepala sekolah (Cakep). “Ada 300-an cakep yang harus mengikuti pelatihan. Dana itu bisa digunakan untuk membiayai pelatihan cakep,” paparnya.
Menyinggung soal kelanjutan Program Pendidikan Gratis, Ibrahim menegaskan, bahwa itu merupakan kebijakan pimpinan.

“Kalau soal itu (Program Pendidikan Gratis), tergantung kebijakan yang di atas (Pimpinan),” kilahnya.
Kepala Bidang Anggaran Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Bone, Andi Hasanuddin mengakui penghentian kucuran DPG dari Pemprov Sulsel tersebut. “Mulai 2017, dana pendidikan gratis di pemprov dihentikan. Nilainya Rp13 miliar atau 40% dari total dana pendidikan gratis,” ucap pria yang akrab disapa Andi Daddi itu.

Meski begitu, kata dia porsi anggaran DPG yang selama ini ditalangi pemkab sebesar 60% atau sebesar Rp20 miliar dari total DPG tetap dialokasikan dalam APBD 2017. “Mungkin nanti item-item penggunaan dana yang berkurang. Jika misalnya sebelumnya untuk 10 item, mungkin berkurang menjadi 5-7 item, karena tidak adanya kucuran dana dari provinsi,” beber dia.
Hasanuddin memperkirakan penghapusan kucuran DPG dari pemprov, karena pengalihan SMA dan SMK dari kabupaten ke pemrov.

Diketahui selama ini, dana pendidikan gratis digunakan untuk membiayai insentif tenaga pendidik hingga pegawai sekolah dari semua tingkatan sekolah Adapun rincian Dana Pendidikan Gratis dalam satu triwulan meliputi insentif Kepala Sekolah Rp125.000 ribu, Wakil Kepala Sekolah Rp100.000, Ketua Jurusan Rp100.000
Kepala Bengkel Rp100.000, Laboran Rp75.000, Pustakawan Rp75.000, Wali Kelas Rp75.000, Kepala Tata Usaha Rp100.000, Staf Tata Usaha Rp100.000

Bendahara Pendidikan Gratis Rp100.000, Kepala Urusan Rp100.000 Operator Sekolah Rp75.000, Satpam Rp250.000, Bujang Sekolah Rp75.000 hingga insentif guru non PNS sebesar Rp1.600 per jam. Ini berlaku bagi semua tingkatan sekolah.

*ASKAR SYAM

To Top