Pemuda Bone Generasi Prestasi Penuh Inspirasi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pemuda Bone Generasi Prestasi Penuh Inspirasi

Meidillah Lita Saputri, pelajar SMA Negeri 1 Bone ini lolos menjadi perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan pada program Sehari Jadi Pemimpin yang digelar Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) di Jakarta, Selasa-Minggu, 9-14 Oktober lalu.

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE-Penyalahgunaan obat menjadi ancaman terbesar generasi millenial hari ini. Namun tak sedikit dari mereka yang sukses mengukir prestasi, mengangkat nama daerah. Pada momentum Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada Minggu, 28 Oktober kemarin, RADAR BONE mengulas tentang kiprah pemuda berprestasi di daerah ini.

Kisah tentang pemuda berprestasi, kami awali dengan sosok  Meidillah Lita Saputri, seorang pelajar SMA Negeri 1 Bone.  Siswi kelas XII MIPA-1 ini lolos menjadi perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan pada program Sehari Jadi Pemimpin yang digelar Yayasan Plan Internasional Indonesia (YPII) di Jakarta, Selasa-Minggu, 9-14 Oktober lalu.

Wanita kelahiran 28 Mei 2001 ini tak menyangka dirinya terpilih sebagai peserta Sehari Jadi Pemimpin, sebuah kegiatan rangkaian peringatan Hari Anak Perempuan Internasional (International Day of The Girl) tahun 2018.  Betapa tidak, untuk terpilih sebagai peserta Sehari Jadi Pemimpin bukanlah perkara mudah. Para peserta diseleksi secara online. “Dari 392 anak se Indonesia yang mengikuti ajang ini, hanya 12 orang siswa se Indonesia yang terpilih. Salah satunya adalah saya, satu-satunya pelajar asal Bone,” ungkap putri pasangan Almarhum Muh Tang SSos MSi dengan Lili Marlona itu.

Melalui program Sehari Jadi Pemimpin tersebut, para peserta diberi kesempatan menjadi pemimpin berbagai bidang pemerintahan, mulai dari pemimpin BUMN, hingga lembaga internasional. Ada yang bertindak sebagai Komisaris PT KAI, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Menteri Komunikasi dan Informatika, Kapolri, Plan Internasional Indonesia hingga Direktur Tindak Pidana Cyber Polri.

“Kalau saya sendiri bertindak sebagai Direktur Tindak Pidana Cyber Polri,” beber Lita. Program Sehari Jadi Pemimpin itu dilaksanakan serentak di 70 negara.
“Ini bukan hanya di Indonesia dirayakan, namun dilaksanakan di beberapa negara,” kata siswi yang akrab disapa Lala ini.

Siswa berprestasi lainnya adalah Andi Muhammad Farid Fausan Bate. Pelajar SMA Negeri 3 Bone ini menjadi salah satu delegasi Indonesia yang akan diberangkatan ke Bangkok, Thailand. Kesempatan itu diperoleh Farid karena telah berhasil lolos seleksi dalam ajang Lomba Penulisan Essai Bahasa Inggris yang diilaksanakan International Global Network pada bulan Juni lalu.
Kepada RADAR BONE, siswa kelas XII IPA 1 ini mengatakan tidak mudah untuk lolos dalam ajang ini. Apalagi essai yang disajikan menggunakan Bahasa Inggris yang membahas terkait sidang Perseriakatan Bangsa-Bangsa (PBB). “Jadi di essai ini diulas terkait proses persidangan PBB,” katanya.

Atas prestasinya tersebut, Putra pasangan Drs A Mallanti dan Andi Nur Erni ini mengaku bakal berangkat ke Thailand pada tanggal 3 November mendatang. Sebelum ke Thailand, Farid terlebih dahulu mengikuti pemilihan Duta Generasi Berencana di Ancol Jakarta. “Saya mendapat kesempatan mewakili Sulsel karena telah berhasil meraih Juara I Pemilihan Duta Generasi Berencana tingkat Provinsi,” ungkap siswa kelahiran 21 November 2000 itu.

Pemuda lainnya yang turut mengangkat nama Bone adalah Sri Novisa Fitri. Wanita kelahiran 1996 ini menjadi peserta Jambore Pemuda. Ia merupakan satu-satunya peserta asal Bone dari 14 perwakilan Sulawesi selatan pada kegiatan Jambore Pemuda yang digelar di Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung tepatnya, 5-11 Oktober lalu.
“Sebelumnya ikut seleksi tingkat kabupaten, kemudian masuk seleksi lagi di tingkat provinsi sampai 14 perwakilan dari berbagai kabupaten di Sulsel dan kebetulan tahun ini hanya satu orang yang lolos untuk Kabupaten Bone,” ungkap jebolan IAIN Bone itu.

Pada kesempatan ini, putri pasangan H Tambolo dengan Hj Erna itu sempat memperkenalkan kekayaan budaya Bone. “Pada kegiatan ini beberapa item kegiatan yang diikuti dan Alhamdulillah Bone masuk kategori favorit dalam ajang kirab budaya,” ujar tambahnya.

Sementara dari bidang olahraga, ada Maulana Ibrahim yang sukses mengukir prestasi di dunia balap. Pemuda 15 tahun ini, berhasil mempertahankan gelar juara motorprix dua tahun berturut-turut, yakni 2017 dan 2018 region V Sulawesi. Meski masih terbilang belia, ia pernah menjadi kampiun pada kejuaraan nasional Motoprix 2017 Grand Final yang berlangsung di Aceh Timur.

“Maulana Ibrahim merupakan sosok pemuda yang harus menjadi contoh bagi para pemuda lainnya. Dalam usianya yang masih muda, ia mampu mengukir prestasi bukan hanya regional tapi juga nasional,” ujarnya Muh Salam, Pelatih Tim Balap Lilo AK, tempat Maulana Ibrahim bernaung.

Hanya saja, Salam menyayangkan Kabupaten Bone belum memiliki sirkuit balap, padahal menyimpan bibit atlet balap masa depan.
“Dengan adanya fasilitas dan pembibitan yang benar bisa menghasilkan atlet yang berprestasi seperti halnya Maulana Ibrahim bisa menjadi juara region di kelas MP3 berkat pembibitan dan dukungan yang tepat,” terangnya. Terakhir, Ibrahim Maulana berhasil menyumbangkan emas bagi kontingen Bone di ajang Porda XVI Kabupaten Pinrang, baru-baru ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top