Penataan Trotoar di Bone ‘Rapor Merah’ – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Penataan Trotoar di Bone ‘Rapor Merah’

Trotoar yang berlubang dengan mudah ditemui di daerah ini. Salah satunya terdapat di Jl Jenderal Sudirman. Gambar direkam, Rabu 27 Juli lalu.

PENULIS : ROSDIANA SULJA

WATAMPONE, RB—Tim Penilai Wahana Tata Nugraha (WTN) dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia telah melakukan penilaian tata kelola transportasi di Kabupaten Bone, Senin 25 Juli lalu.
Pasca penilaian, tim ini langsung melakukan ekspose keesokan harinya, Selasa 26 Juli di aula La Teya Riduni Komplek Rujab Bupati Bone.

Ketua Tim WTN Tingkat Nasional, Drs Benny Nurdin Yusuf Amd LLAJ MH dalam pemaparannya, menyebut beberapa catatan yang harus dibenahi pemerintah daerah, jika ingin mendapatkan Piala WTN. Kondisi jalan berlubang dan keberadaan tenda baruga di atas badan jalan menjadi sorotan tim tersebut.

Tak hanya itu, Benny juga menyorot penaataan trotoar di sejumlah titik, seperti trotoar yang berlubang di Jl Jend Ahmad Yani. Kemudian penempatan pot tanaman hias di atas trotoar Jl MH Thamrin, hingga trotoar jadi lahan parkir di Jl Makmur.
Parahnya lagi, tingkat kelandaian bangunan trotoar yang di daerah ini dinilai tidak meme-nuhi aturan.
“Paling banyak saya sorot adalah kondisi trotoar. Ada yang berlubang sehingga membahayakan pejalan kaki, jadi tempat parkir kendaran, ataupun ditempati pot tanaman hingga tingkat kelandai-an butuh pembenahan sesuai aturan,” beber Benny.

Menurut Kepala Bagian Hukum BPTJ Kemenhub RI ini fungsi trotoar sangat penting sebagai akses warga yang berjalan kaki.
“Ketika trotoar dijadikan tempat tanaman hias atau ditempati parkir, maka pejalan kaki pun terpaksa harus berjalan di badan jalan. Tentu saja hal ini akan mencelakakan mereka,” ungkapnya.

Begitu pula dengan kelandaian juga harus diperhatikan. “Kami melihat masih adanya pembangunan trotoar yang terlalu tinggi. Padahal kelandaian trotar sudah ada aturannya. Semestinya dilengkapi dengan jalur khusus bagi penyandang disabilitas,” terangnya.
Ketika fungsi dan pembangunan trotoar tidak sesuai, maka akan melanggar Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 Tentang Jalan.

*ASKAR SYAM

To Top