Mutasi Eselon II dan III, Wabup Bone Tak Dilibatkan? – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Mutasi Eselon II dan III, Wabup Bone Tak Dilibatkan?

Bupati Bone, HA Fahsar M Padjalangi saat melantik pejabat eselon II dan III bertempat di Gedung PKK, Kamis 16 Januari kemarin. Ada 138 pejabat eselon yang dilantik, 23 diantaranya untuk posisi camat

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Mutasi jilid III bergulir. Bupati melantik 138 pejabat eselon yang terdiri dari tiga pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II.b) dan 135 pejabat administratur (Eselon IIIa/Eselon III.b), Kamis 16 Januari kemarin.

Terlepas dari itu, isu adanya pejabat titipan mengemuka khusus untuk jabatan eselon III. Mencuatnya tudingan ini lantaran diindikasikan tak sedikit dari beberapa pejabat yang merupakan titipan oknum yang dekat dengan bupati. Terkhusus di posisi camat dan sekretaris dinas. Bahkan isunya, Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle tak dilibatkan dalam penempatan pejabat kali ini.

Isu ini makin menguat, ketika proses mutasi itu, tidak dihadiri Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle. Kabag Umum Pemkab Bone, Hamzah Sunusi buru-buru membantah hal itu. Ia menegaskan, wakil bupati mewakili bupati (HA Fahsar M Padjalangi) menghadiri kegiatan tanam pohon yang digelar Korem 141 Toddopuli di Desa Panyili Kecamatan Dua Boccoe.
“Pak Wakil wakili pak bupati di acara penanaman pohon di Panyili,” ujar Hamsah.
Namun info yang dihimpun RADAR BONE, Wabup tak hadir di acara penanaman pohon di Desa Panyili. Bupati diwakili Kadis Pertanian, H Sunardi Nurdin.

Praktisi pemerintahan, Rahman Arif menegaskan, penempatan pejabat seharusnya didasari prinsip the right man on the right place atau menempatkan pejabat sesuai keahliannya.

“Karena jika analisis salah dalam penempatan pejabat akan berdampak kepada pelayanan publik,” tegasnya.

Ia menegaskan, jabatan birokrat adalah jajaran jenjang karir untuk pencapaian pelaksanaan tatanan reformasi birokrasi. “Oleh karenanya perlu ada pengawasan dari pejabat berwenang dan perlu adanya kepastian akan jenjang karir birokrasi. Ini untuk mencapai target-target politik dan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, agar harapan bersama bagi pemerintahan yang lebih baik bisa terwujud.

Sementara itu, Bupati Bone, HA Fahsar M Padjalangi menjamin tak ada pejabat titipan pada proses mutasi kali ini. “Mungkin pernah ada yang mendengar, ada namaku di daftar yang akan dilantik, tapi hilang lagi. Saya terus terang, banyak keluarga yang datang ke saya, banyak juga yang sms. Ada yang saya perhatikan, banyak tong mohon maaf (Tidak saya perhatikan),” ujarnya.

“Kalau memang memungkinkan diperhatikan, pasti saya perhatikan. Selama tidak merugikan orang. Tapi ketika tidak memungkinkan saya perhatikan, tentu saya diam-diam saja,” tambahnya.

Ia mengaku, tak mau diintervensi dalam pengisian jabatan. “Mohon maaf kepada saudaraku sekalian, keluarga dan yang mengaku tim sukses kalau saya tidak bisa penuhi permintaan kalian. Istri saya saja, tidak intervensi soal penempatan pejabat. Saya terus terang berterima kasih. Kalau kita dengar orang banyak campur tangan istri, kalau saya tidak. Itu pantang buat saya,” tegasnya.

Fahsar juga menegaskan, pelantikan dan mutasi pejabat di setiap instansi pemerintah adalah bagian dari kehidupan organisasi dalam rangka pemantapan dan peningkatan kapasitas kelembagaan serta menjadi bagian dari pembinaan karier. Di samping itu, pelantikan ini juga sebagai penyegaran dan peningkatan kinerja.

“Proses pelantikan tentunya telah melalui suatu proses panjang. Yang dilihat dan dipertimbangkan dari berbagai aspek yaitu kemampuan, kualitas, kapabilitas, integritas dan loyalitas,” tandasnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top