Pengelola Akui Kecolongan – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pengelola Akui Kecolongan

Rumah bernyanyi di Kecamatan Dua yang disebut-sebut melakukan praktik prostitusi terselubung saat dirazia Satpol PP beberapa

Rumah Bernyanyi Jadi Tempat Transaksi Prostitusi

EDITOR : USMAN SOMMENG

REPORTER : BAHARUDDIN, ARDI BIN WARIS
WATAMPONE, RB—Sejumlah pengelola rumah ber-nyanyi menyatakan tidak tahu menahu adanya transaksi prostitusi di lingkungan mereka. Pengelola mengakui sulit mengawasi setiap pengunjung yang bertandang.

Manager Hotel Novena, Cornelius Dwi Yanto me-ngatakan sulit mengawasi aktifitas pengunjung yang bertandang ke room karaoke ‘B-one’ yang dikelolanya.
Karenanya jika terjadi transaksi seks di room benar-benar tanpa sepengetahuan pihaknya sebagai pengelola.
“Selama ini, saya juga tidak tahu kalau ada seperti itu, dan itu sulit dideteksi. Kami tidak bisa kroscek masing-masing tamu. Karena tamu yang datang bisa saja mengaku membawa keluarganya sendiri, padahal bukan. Dan kami juga belum bisa melakukan pengawasan terlalu ketat, karena memang hotel ini bukan hotel syariah, sehingga kami berharap kepada pelanggan agar tidak merusak citra Bone Beradat,” kata Cornelius saat ditemui RADAR BONE, Senin 18 April kemarin.
Cornelius menegaskan, sejauh ini pihaknya telah memasang tulisan yang berisi larangan seks hingga perbuatan tercela lainnya di room karaoke.
“Makanya saya berharap kepada seluruh tamu di Hotel Novena menjaga nama baik hotel, terutama menjaga citra adat orang Bone. Karena kami juga tidak bisa melakukan tindakan yang berlebihan, karena kami juga mengutamakan pelayanan kepada masyarakat,” bebernya.
Cornelius menambahkan, pihaknya juga tidak bisa me-lakukan pengawasan terhadap pengunjung yang mendatangkan wanita penghibur di dalam room karaoke.
“Kalau memang ada pengunjung karoke yang memanfaatkan perempuan panggilan untuk berbuat maksiat di Hotel Novena ini agar kembali ke moral. Karena hotel dan tempat hiburan yang kami bangun ini bukan untuk ditempati berbuat yang tidak diinginkan masyarakat. Me-lainkan membantu pendapatan pemerintah Kabupaten Bone dan memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat yang mempunyai kebutuhan di hotel ini,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan, Manajer Operasional Rumah Bernyanyi Inul Vizta, Sulaiman Yaras.
Sulaiman mengatakan pihak-nya melarang keras jtransaksi esek-esek di lingkungan karaoke yang dikelolanya.
“Praktik prostitusi itu perbuatan terlarang, kami tidak menginginkan hal tersebut terjadi di sini. Kami disini murni melayani masyarakat yang mencari hiburan bernyanyi bukan untuk hal yang berbau negatif,” ungkapnya kepada RADAR BONE, Senin 18 April kemarin. Namun demikian, dia mengatakan transaksi prostitusi di room sulit dideteksi.
“Tapi kan kita tidak tahu, siapa yang mereka bawa apakah teman atau PSK, kemudian kita juga tidak tahu apa yang mereka lakukan di dalam room. Jadi sulit untuk diketahui,” jelasnya.
ardi.radar@yahoo.com- baharradarbone@yahoo.co.id

To Top