Pengelola Rumah Sakit Di Bone Diwarning – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pengelola Rumah Sakit Di Bone Diwarning

Soal Limbah Medis di Buang di TPA Passippo

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Petugas Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Bone juga kerap menemukan limbah medis dibuang di Tempat Pembuangan Akhir Passippo, Kecamatan Palakka.
DLHD Kabupaten Bone menyatakan setiap rumah sakit harus memiliki incenerator atau mesin pengolahan limbah medis padat. Kemudian untuk pengolahan limbah cair, rumah sakit wajib memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

Di Kabupaten Bone, DLHD mencatat cuma satu rumah sakit yang memiliki incenerator, yakni RSUD Tenriawaru Watampone.

Kepala DLHD Kabupaten Bone, Ir Asmar Arabe, MM yang ditemui RADAR BONE, Senin, 30 Oktober kemarin, menegaskan rumah sakit dan klinik yang belum memiliki incenerator wajib bekerjasama pihak ketiga untuk mengurus pembuangan limbah.

Asmar menyatakan limbah medis tidak boleh dibuang bebas, termasuk dibuang di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah. “Selama ini kami sudah menyampaikan kepada pihak rumah sakit yang belum memiliki incenerator, supaya tidak membuang limbah di sembarang tempat, seperti halnya Rumah Sakit Hapsah, kami sudah surati karena kami dapatkan sampahnya. Nah, kalau memang masih ada lagi yang membuang limbah medis di TPA, maka kami akan telusuri,” kata Asmar.

Sebagai langkah awal, kata Asmar, pihaknya akan menyurati rumah sakit terkait ditemukannya lagi limbah medis di TPA. “Kami akan surat pihak terkait agar tidak membuang limbahnya di sembarang tempat. Tidak boleh dibuang sembangan limbahnya, karena berbahaya. Harusnya rumah sakit bekerjasama dengan pihakketiga agar limbahnya tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” tambahnya.

Pihak RSU Hapsah yang berusaha dikonfirmasi terkait pengelolaan limbah medis terkesan tertutup.
“Jika ingin konfirmasi harus bersurat dulu, setelahnya baru masuk ruang manajemen, kami tidak layani jika tidak ada surat, siapa pun itu, memang begitu prosedurnya kami,” tegas Nada, Humas RSU Hapsah saat disambangi RADAR BONE, Senin, 30 Oktober kemarin sekira pukul 11.00 Wita.

Sebelumnya, Nada yang dihubungi via sambungan telepon meminta RADAR BONE mengkonfirmasi persoalan tersebut ke kantor RSU Hapsah.

Dikonfirmasi terpisah, Humas RSUD Tenriawaru Bone, M Ramli menegaskan pihaknya sudah memiliki incenerator untuk mengolah limbah padat. Kemudian limbah cair diolah melalui Instalasi Pengolahan Limbah Air (IPAL).

“Setelah limbah padat itu diolah kita kemas lalu pihakketiga dari PT Mitra Hijau Asia mengangkut ke Makassar untuk dikelola lebih lanjut. Kalau sebelumnya kita kerjasama dengan PT Multasam, namun kontraknya sudah habis, maka kami kerjasama lagi dengan PT Mitra Hijau Asia,” beber Ramli.

Pengelola Sanitasi, Santi menambahkan sebelumnya pihaknya menerima pengolahan limbah medis dari puskesmas dan klinik, namun karena regulasi melarang, sehingga limbah padat puskesmas dan klinik tak ditangani lagi.
Nah bagaimana nasib puskesmas dan klinik setelah RSUD tak lagi menerima limbahnya untuk dibakar menggunakan mesin inceneretor milik RSUD.

Pihak Puskesmas Watampone, Klinik Asri dan Klinik Zahra menyatakan untuk pembuangan limbah telah dikerjasamakan dengan perusahaan yang berkedudukan di Makassar. Khusus Puskesmas Watampone, Klinik Zahra dan Klinik Asri, pengelola limbahnya ditangani PT Bintang Mas Cahaya Internasional. “Kami bekerjasama dengan pihak ketiga sejak dua tahun yang lalu. Pihak ketiga ini juga yang kelola limbah medis Puskesmas Watampone,” jelas dr Anwar, pemilik Klinik Asri.

Kepala Puskesmas Watampone, drg Hj Syamsiar MKes juga menjamin limbah medis di puskesmas yang dipimpinnya tidak dibuang sembarang, melainkan dikelola oleh perusahaan asal Makassar. “Limbah ada yang kelola, kita kumpulkan lebih dahulu baru kita serahkan kepada pihak ketiga,” ungkap Syamsiar.

Pengelola Klinik Zahra juga menyebut bekerjasama dengan pihak ketiga. “Perusahaan ini bekerjasama dengan Puskesmas Watampone. Kami sudah pihakketigakan serta sudah ada penandatanganan MOU,” ujar dr Kasmawar Abbas, DK saat dihubungi melalui ponselnya, kemarin.

Pernyataan yang mencengangkan datang dari pihak RSU Pancaitana. Pihak manajemen yang berusaha dikonfirmasi tak berhasil ditemui di kantornya, Senin, 30 Oktober kemarin. Namun informasi dari salah seorang pegawai menyebutkan, limbah RSU Pancaitana tidak diolah sebelum dibuang. Melainkan hanya dibuang bersama sampah biasa di halaman belakang rumah sakit. “Tidak ada yang mengelola limbah tersebut, kadang limbah dicampur dengan sampah yang lain baru dibuang,” ungkap seorang pegawai.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top