Pengemis Cilik di Bone Kian Marak – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pengemis Cilik di Bone Kian Marak

Seorang pengemis cilik mendekati mobil yang berhenti di traffic light di Jl Ahmad Yani, Minggu, 2 Juli kemarin.

PENULIS : ADRY

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pengemis mulai marak berkeliaran di daerah ini. Mereka rata-rata adalah pengemis cilik atau usia pelajar Sekolah Dasar (SD). Pengemis cilik ini kerap mangkal di dua titik traffic light di bilangan Jl Ahmad Yani, yakni di perempatan Jl Ahmad Yani-Jl Besse Kajuara-Jl Gunung Klabat, dan perempatan Jl Ahmad Yani-Jl Hos Cokroaminoto-Jl Dr Wahidin Sudirohusodo atau sekitar Masjid Al Markaz Al Ma’arif.

Salah seorang pengemis cilik, Riski yang disambangi RADAR BONE, Minggu, 2 Juli kemarin, mengatakan saat ini dirinya masih tercatat siswa di salah satu SD di dalam kota. “Saat ini saya sementara menempuh pendidikan di SD Inpres 12/79 Biru. Saya menjadi pengemis atas inisiatif sendiri. Bahkan orangtua saya tidak mengetahui kalau saya menjadi pengemis,” ungkap bocah asal Jl Sambaloge itu.

Riski mengaku setiap keluar mengemis beralasan berangkat menjual kantong plastik di Pasar Sentral Lama.
“Alasan saya ke orangtua, saya menjual kantongan di pasar, dan hasil dari ngemis ini saya sisipkan sebagian buat belanja orangtua, dan sebagian buat jajan di sekolah,” jelasnya.

Diakui Riski, dalam sehari bisa mendapatkan uang berkisar Rp100.000 sampai Rp130.000.
“Kalau orang tua saat ini dia bekerja sebagai petani, makanya saya begini karena saya tidak pernah dikasi uang jajan,” bebernya.

Aktivis Sosial, Ahmad Tawakkal berharap agar anak gelandangan dan pengemis tersebut mendapat perhatian dari pemerintah daerah. “Dengan adanya bermunculan para anak jalanan dan pengemis ini tentunya saya berharap agar mendapat perhatian dari pemerintah sebelum bertambah banyak, karena mereka masih anak di bawah umur, dan lebih parahnya ada sebagian dari golongan pelajar. Harusnya pemerintah menertibkan kemudian dilakukan pembinaan khusus,” ujarnya.

Ia menilai bertambahnya anak jalanan akan memicu tingginya angka kriminalitas.
“Saya rasa juga ini salah satu penyebab yang bisa menimbulkan tingginya angka kriminal di Bone, apalagi ada beberapa yang berasal dari luar daerah, harusnya ada upaya pemerintah untuk memulangkan mereka,” pungkasnya

*

Click to comment
To Top