Penghuni Rumah Dinas Di Bone Menunggak PBB – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Penghuni Rumah Dinas Di Bone Menunggak PBB

Salah satu rumah dinas di bilangan Jl Makmur yang penghuninya menunggak PBB hingga tiga tahun.

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Selain retribusi yang rendah, rumah milik daerah juga bermasalah dengan pembayaran pajak bumi dan bangunan (PBB), khususnya rumah daerah yang dihuni warga sipil.

Di Kelurahan Watampone misalnya, dari 20 unit rumah milik pemerintah daerah yang tersebar di wilayah tersebut, tiga diantaranya menunggak PBB. Parahnya, tunggakan PBB ini sudah terjadi bertahun-tahun.

Ketiga rumah dinas dimaksud, yakni perumahan Mess Guru di Jl Makmur dan satu unit di Jl Orde Baru. Kedua rumah dinas ini menunggak PBB selama tiga tahun, dengan rincian tunggakan, Mess Guru menunggak PBB sebesar Rp4.800.000 per tahun. Kemudian rumah dinas di Jl Orde Baru yang sudah disulap menjadi warung kopi menunggak PBB Rp779.940 per tahun. Adapun satu unit rumah dinas lainnya berada di Jl Makmur yang menunggak PBB selama empat tahun.

Lurah Watampone, Nuryadin Muhammadin kepada RADAR BONE, Kamis, 3 Agustus lalu mengatakan penghuni ketiga rumah milik daerah tersebut ketika ditagih tidak mau membayar pajak dengan alasan bukan rumahnya.

“Harusnya penghuni rumah tersebut yang bertanggung jawab untuk membayar, karena dia yang tempati. Apalagi rumah milik pemerintah itu digratiskan,” tuturnya. Apalagi jika rumah milik daerah tersebut difungsikan untuk buka usaha, maka sangat disayangkan jika tak membayar PBB-nya.

“Jika dipakai buka usaha tentu ada pemasukannya dan itu bisa digunakan untuk membayar PBB,” ungkap Nuryadin. Salah satu staf Kelurahan Watampone, Hj A Nurbaya selaku kolektor menambahkan saat dirinya mendatangi penghuni ketiga rumah dinas dimaksud menyampaikan argumen yang berbeda, namun intinya tidak membayar PBB.

“Ketika saya didatangi rumah wajib pajak tersebut ada yang menolak membayar ada pula yang tidak mau membayar, karena bukan rumahnya. Ada pula yang berjanji tapi tidak dibayar sampai sekarang. Padahal sudah bertahun-tahun menunggak pembayarannya.

Kami selalu datangi rumahnya, tapi kami tidak berhasil menagihnya, kami sudah berupaya keras dan belum ada yang membayar,” paparnya.

*

To Top