Penjagaan Sidang Dilipatgandakan, Pengawalan Tahanan Diperketat – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Penjagaan Sidang Dilipatgandakan, Pengawalan Tahanan Diperketat

Dua tahanan diborgol secara berantasi untuk menghindari terulangnya insiden tahanan kabur di PN Watampone. Selain itu penjagaan ruang sidang juga diperketat.

Mengintip Pengamanan PN Watampone Pasca Insiden Penikaman dan Tahanan Kabur

Pihak Pengadilan Negeri (PN) Watampone, Kejaksaan Negeri Bone dan Polres Bone tak ingin kecolongan untuk yang ketiga kalinya. Personel kepolisian yang dikerahkan mengamankan jalannya sidang pun ditambah berkali-kali lipat.

HERMAN, Watampone

Ada pemandangan yang berbeda pada penjagaan di PN Watampone. Jika sebelumnya cuma terdapat tiga personel yang berjaga. Kali ini jumlah polisi yang berjaga meningkat tajam menjadi 20 orang. Maklum, sudah dua kali pihak PN Watampone bersama Kejaksaan Negeri dan Polres Bone kecolongan. Pertama, pada Rabu 11 Januari lalu sekira pukul 14.00 Wita.

Dua tahanan narkoba, Afri Hendrawan dan Budi berusaha kabur saat mobil tahanan yang ditumpanginya tiba di kantor PN Watampone. Kedua tahanan langsung kabur saat turun dari mobil kejaksaan yang ditumpanginya.
Pada saat kejadian, para tahanan yang akan menjalani sidang cuma dikawal tiga petugas kepolisian. Beruntung warga sempat membantu melakukan pengejaran, sehingga dua tahanan tersebut berhasil diringkus.

Insiden memalukan hanya sampai di situ. Sepekan kemudian, peristiwa paling heboh terjadi. Seorang saksi korban bernama Syahrul menikam terdakwa Jumardi di ruang sidang saat sidang berlangsung. Syahrul nekat menikam Jumardi karena ingin membalas dendam atas kematian istri dan seorang anaknya yang dibantai oleh terdakwa.
Tak itu kedua korbannya dibakar pasca dianiaya. Kendati Jumardi sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun luka yang dialami tak tergolong parah. Buktinya Jumardi kini dinyatakan sehat dan sudah dikembalikan ke sel tahanan Lapas Klas II Watampone.

Sementara Syahrul harus meringkuk di sel tahanan Polres Bone sambil menunggu proses hukum yang dijalani. Kasus penikaman di ruang sidang adalah peristiwa yang pertama kali terjadi di Bumi Arung Palakka.
Tak heran jika pasca kejadian itu, Polres Bone, Pengadilan Negeri, dan Kejari Bone memperketat penjagaan dengan menerjunkan 20 personel polisi untuk berjaga di ruang sidang.

Wakapolres Bone, Kompol Wahyudi mengatakan, penjagaan di kawasan pengadilan sengaja diperketat.“Tentunya sesuai de-ngan koordinasi Kejaksaan dan Pengadilan,” katanya.

Dia menambahkan, khusus untuk sidang yang dianggap rawan misalnya pembunuhan, akan dilakukan penambahan petugas jaga. “Tim Shabara yang diterjunkan melakukan penjagaan sidang,” jelasnya.

Kasi Pidana Umum Kejari Bone, Adnan Hamzah SH mengatakan pihaknya telah mengambil pelajaran berharga dari kasus tahanan kabur hingga penikaman terdakwa di ruang sidang oleh saksi korban.

“Dilakukan pembenahan dan penambahan patugas guna mengamankan sidang,” katanya.
Tak hanya itu, kata Adnan, tahanan yang akan turun dari mobil juga diperketat. Terlihat tahanan diborgol secara berantai dengan tahanan lain. Ini dilakukan khusus untuk tahanan yang pernah melakukan percobaan kabur. “Penjagaan tahanan dari mobil ke sel juga diperketat, karena biasanya di situ rawan,” tegasnya. (*)

To Top