Penyidik Belum Tetapkan Tersangka – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Penyidik Belum Tetapkan Tersangka

Kapal tanker yang sebelumnya digunakan Perusda untuk memasok solar non subsidi dari perusahaan mitra. Kini tak ditemui lagi bersandar di Pelabuhan Bajoe. .

Kasus Perusda Bone

WATAMPONE, RB–Meski sudah tujuh bulan ditangani, Penyidik Unit Tindak Pidana Tipikor Polres Bone hingga kini belum menetapkan tersangka dalam kasus dugaan penggelapan dana penyertaan modal (DPM) Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Bone. Kasus yang ditangani sejak Agustus 2016 itu, masih berstatus penyelidikan. Belum ditingkatkan ke penyidikan.

Berlarut-larutnya penanganan kasus ini ditanggapi Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Hardjoko saat dikonfirmasi RADAR BONE, Senin 13 Maret lalu. Hardjoko berdalih lambannya penanganan kasus ini, karena masih ada sejumlah data yang perlu dicocokan, termasuk hasil audit dari Insfektorar Daerah Kabupaten Bone.
“Ini kasus tetap menjadi prioritas kami. Namun masih ada beberapa hal yang perlu dilengkapi di penyidik,” kata Hardjoko.

Dia menambahkan, semua kasus akan diproses sesuai dengan Undang-undang.
“Semua kasus ditindaklanjuti. Kalau memang nanti terbukti dilanjutkan. Begitupun sebaliknya,” tegasnya.
Dalam penanganan kasus ini, penyidik Polres Bone telah mengambil keterangan sejumlah pejabat. Baik dari kalangan direksi Perusda Bone maupun Dewan Pengawas.

Sebelumnya, dua pejabat Perusda Bone diperiksa penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reskrim Polres Bone, Rabu 24 Agustus 2016.  Keduanya diperiksa terkait pengelolaan dana penyertaan modal (DPM) dari Pemerintah Kabupaten Bone tahun 2015 sebesar Rp500 juta.

Dua jajaran direksi Perusda Kabupaten Bone yang diperiksa, yakni Direktur Administrasi dan Keuangan, Andi Rahmawati Rahman serta Bendahara Umum Perusda, Hj Irma.

Selain kedua pejabat perusda tersebut, menyusul Drs A Abubakar MM selaku Ketua Dewan Pengawas Perusda juga telah diambil keterangannya. Dugaan penggelapan dana ini diperkuat dari pengakuan Direktur Administrasi dan Keuangan Perusda Bone, Andi Rahmawati Rahman saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, yang mengaku tidak mengetahui secara administratif pengelolaan dana tersebut.

”Uangnya kita tahu, dijadikan investasi di PT Pertamina, tapi tidak ada bukti administrasi yang kita pegang, kita hanya diberitahu pak direktur (Rivai Saguni),” ujar Rahma saat itu.

Menurutnya, memang yang dia ketahui bahwa selama ini Perusda Bone membuka usaha bisnis solar bekerjasama dengan PT Khatulistiwa Raya Energi, salah satu perusahaan mitra PT Pertamina, tapi lagi-lagi hal itu hanya sebatas informasi dari Dirutnya, dia tidak pernah melihat secara administrasi ikatan kerjasama itu.

“Karena tidak pernah kita lihat MoU itu seperti apa. Kita tahu ada fee yang diperoleh Perusda dalam setiap penjualan solar, itupun hanya imformasi lisan, seperti untuk bulan Januari dan Februari (2016) ada pemasukan Rp11 juta, tapi kita tidak tahu rincian pemasukan itu, “jelasnya.

To Top