Penyidik Dalami Keterlibatan Istri Wabup di Kasus Buku – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Penyidik Dalami Keterlibatan Istri Wabup di Kasus Buku

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE— Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Bone berjanji akan mengusut tuntas kasus pengadaan buku TK. Pengadaan buku ini, ditangani langsung Bidang PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Penyidik terus melakukan pengembangan. Termasuk memeriksa Kepala Bidang PAUD, Hj Erniati.

Unit Tipikor Satreskrim Polres Bone telah melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Bidang (Kabid) PAUD, Hj Erniati dalam kasus pengadaan buku TK yang merugikan negara sebesar Rp4,9 Miliar.
Kapolres Bone, AKBP Muhammad Kadarislam Kasim SH SIK MSi yang ditemui RADAR BONE mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terkait dengan pengadaan buku.
“Sudah kita minta klarifikasi terkait dengan kasus tersebut, statusnya masih sebagai saksi,” ujarnya.

Kadarislam mengaku, keterlibatan Kabid dalam kasus itu masih didalami penyidik. Termasuk kemungkinan istri Wakil Bupati Bone itu ditingkatkan statusnya menjadi tersangka. “Kalau soal itu (penetapan tersangka) tergantung nanti dari hasil pemeriksaan tiga tersangka yang akan kita rilis sebelum Agustus. Artinya kasus seperti ini segala kemungkinan bisa saja terjadi,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, Kabid PAUD, Hj Erniati yang berusaha dikonfirmasi RADAR BONE tak berhasil. Kabid PAUD itu dikabarkan sedang berada di Jakarta mendampingi Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle. Sebelumnya, RADAR BONE yang berusaha mengkonfirmasi langsung istri wakil bupati tersebut tak pernah ditemui di ruangannya. Termasuk saat RADAR BONE berusaha mengkonfirmasi via seluler.

Ketua PMII Cabang Bone, Sudri mewarning penyidik untuk tidak bermain dalam penanganan kasus ini. Ia meminta penegakan hukum dilakukan seadil-adilnya. “Yang bersalah katakan bersalah, dan yang tidak bersalah jangan dikorbankan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kasus ini harus dikawal oleh masyarakat. Apalagi kerugian yang ditimbulkan dari kasus ini cukup besar, menghampiri Rp5 miliar. “Jadi sangat tidak masuk akal jika dana itu hanya dinikmati oleh staf biasa. Penyidik harus berani mengungkap aktor intelektual dari kasus ini,” tukasnya.
Dorongan serupa ditegaskan aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bone, Randi SH. Ia menegaskan, penanganan kasus ini harus tuntas. Kasus ini mencuat setelah sejumlah kepala TK membeberkan fakta pengadaan buku itu.

Salah seorang Kepala TK, Syamsuriawati mengaku buku dibeli dengan harga Rp175.000 per paket untuk satu siswa dengan harga satuan Rp17.000. “Sebenarnya sekolah bisa mengadakan buku sendiri melalui dana itu, jika seandainya tidak dikoordinir,” jelasnya. Ia juga mengaku telah diperiksa terkait pengadaan buku itu. Ia diperiksa terkait adanya beberapa nama kepala sekolah dengan tanda tangan berbeda dan juga stempel berbeda.
lradarboneherman@gmail.com – adry.race@gmail.com

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top