Penyidik Mulai Bidik Pejabat Disdik Soal Pengadaan Buku Panduan TK – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Penyidik Mulai Bidik Pejabat Disdik Soal Pengadaan Buku Panduan TK

PENULIS : HERMAN-ADRY

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Penyidik Polres Bone telah merampungkan pemeriksaan terhadap seluruh kepala TK di daerah ini. Sejauh ini, para terperiksa masih berstatus saksi. Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Bone saat ini masih fokus pada pemeriksaan saksi kasus pengadaan buku panduan Taman Kanak-kanak (TK) di daerah ini. “Untuk saat ini yang kita periksa kepala TK, status mereka sebagai saksi. Sudah diperiksa semuanya,” beber Iptu Muhammad Pahrun saat dikonfirmasi RADAR BONE, Senin, 25 Maret kemarin.

Diketahui, terdapat 508 TK di Kabupaten Bone, semua kepala TK telah diambil keterangannya. Saat ini, kata Pahrun, penyidik tengah mempelajari hasil keterangan dari kepala TK sebelum memeriksa saksi lain, termasuk dari Bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Oknum pejabat di lingkup PLS disebut-sebut terlibat dalam dugaan korupsi pengadaan buku tersebut.

“Kalau dari pihak Pendidikan Luar Sekolah, belum kita periksa,” tambahnya. Berdasarkan informasi dari kepala TK, pengadaan buku ditangani pihak Bidang PAUD dan Dikmas (Dulu Bidang PLS) Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Pihak sekolah hanya menerima buku dan membayar sesuai kuitansi yang disodorkan pihak Bidang PAUD dan Dikmas. Kepala sekolah juga tidak berhubungan pihak ketiga.

Salah seorang Kepala TK, Syamsuriawati membenarkan dirinya telah dimintai keterangan oleh Unit Tipikor Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bone terkait pengadaan buku tersebut.
“Iya, kemarin saya telah diperiksa bersama dengan kepala sekolah TK lainnya mengenai pengadaan buku itu. Saya hanya memberikan keterangan apa adanya sesuai dengan kenyataan, dimana Bidang PAUD dan Dikmas memang tidak secara langsung membelikan buku tersebut namun menentukan tempat dimana mengambil buku dan pada waktu itu kami sebagai pihak sekolah juga tidak bisa mengelak karena dia yang menaungi kita,” ungkapnya.

Diakui Syamsuriawati buku dibeli dengan harga Rp175.000 per paket untuk satu siswa dengan harga satuan Rp17.000. “Sebenarnya sekolah bisa mengadakan buku sendiri melalui dana itu, jika seandainya tidak dikoordinir,” jelasnya. Lanjut dia, dirinya diperiksa terkait adanya beberapa nama kepala sekolah dengan tanda tangan berbeda dan juga stempel berbeda.

“Kalau dari pemeriksaan kemarin yang ditanyakan tidak ada terkait harga, namun terkait adanya nama dengan tanda tangan dua jenis. Begitupun dengan stempelnya pada pengadaan buku tersebut, dan saya menjawab sesuai keadaan yang ada, dalam artian tidak ada yang saya tutup-tutupi,” bebernya.

Kepala Seksi PAUD Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Sulastri yang berusaha dikonfirmasi RADAR BONE, enggan berkomentar lebih jauh terkait pemeriksaan Kepala TK tersebut. “Kalau terkait persoalan itu (Pemeriksaan Kepala TK) tidak usah menelepon nanti kita bicarakan di kantor saja,” ujar singkat saat menghubungi RADAR BONE, kemarin.
Sulastri berusaha dihubungi melalui ponselnya, pasalnya yang bersangkutan tak berada di kantor saat disambangi RADAR BONE, Senin, 25 Maret kemarin sekira pukul 10.00 Wita.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top