Perda Tumpul, Stadion Jadi Tempat Favorit Siswa Di Bone Ngumpul di Jam Pelajaran Sekolah – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Perda Tumpul, Stadion Jadi Tempat Favorit Siswa Di Bone Ngumpul di Jam Pelajaran Sekolah

Kawasan Stadion Lapatau Matanna Tikka menjadi tempat favorit bag siswa bolos. Tempat ini tak sepi dari siswa pada jam pelajaran berlangsung.

RADARBONE.CO.ID–Siswa berkeliaran pada jam pelajaran menjadi biasa belakangan ini. Padahal pemerintah daerah sudah menyiapkan denda sebesar Rp500 ribu bagi siswa yang terciduk membolos. Kawasan Stadion Lapatau Matanna Tikka menjadi tempat favorit bagi siswa untuk menghabiskan waktu berkeliaran pada jam pelajaran.
Mereka berkumpul di area stadion hingga beberapa titik. Mereka memanfaatkan sepeda motor masing-masing sebagai tempat duduk. Sebagian lagi menikmati ayunan yang terpasang di antara pohon pelindung.

Mereka dengan bebas menghabiskan jam pelajaran di ruang terbuka. Ini sudah menjadi pemandangan sehari-hari di kawasan stadion.“Entah siswa dari sekolah mana, yang pasti setiap saya lewat di sini (Stadion) sering saya lihat siswa kumpul-kumpul di bawah pohon,” tutur Agus, seorang pengguna jalan, Jumat, 9 Maret lalu.

Sejatinya tak ditemukan lagi siswa berkeliaran di tempat umum pada jam pelajaran. Mengingat pemerintah daerah sudah menyiapkan denda bagi yang siswa terciduk melanggar.
Dalam Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, larangan siswa berkeliaran pada jam pelajaran diatur pada Pasal 34 huruf d berbunyi dilarang meninggalkan sekolah bagi anak sekolah atau pelajar pada waktu jam pelajaran dengan berpakaian seragam sekolah berada di jalan, pusat perbelanjaan, di warung, dan tempat-tempat lain selain rumahnya sendiri, kecuali untuk kepentingan program pelajaran atau atas izin kepala sekolah atau guru berwenang. Bagi siswa yang melanggar ketentuan perda ini maka dikenakan denda Rp500 ribu.

“Sesuai dengan perda apabila kami mendapatkan siswa pada saat jam pelajaran tapi masih nongkrong di luar, maka kami bawa ke kantor untuk diproses,” ungkap Andi Bahar, Kabid Trantib Satpol PP Kabupaten Bone kepada penulis, Jumat 9 Maret lalu.

Hanya saja, meski pemerintah daerah sudah menyiapkan denda yang diatur dalam perda, namun siswa membolos tetap saja terjadi. Bahkan, semakin terang-terangan.
Bahar juga mengakui stadion menjadi titik kumpul para siswa yang membolos.

“Stadion memang tempat dimana sering kami menemukan siswa yang bolos,” paparnya. Pengamat Pendidikan, Drs Aminullah MPdi, menyatakan prihatin atas kondisi tersebut. Karenanya, kata dia perlu dibangun komunikasi yang intens antara siswa dan guru. Siswa yang bolos, lanjut dia menjadi tolok ukur kurangnnya komunikasi yang baik antara siswa dengan tenaga pendidik. Seorang pendidik harus melakukan pendekatan yang baik terhadap siswa.

“Seorang siswa yang malas mengikuti proses belajar merupakan hal menunjukkan tenaga pendidik belum aktif secara maksimal. Seorang guru harus selalu memperhatikan letak kebutuhan siswanya, lakukan pendekatan secara emosional, membangun komunikasi yang baik terhadap murid, karena komunikasi merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan demi mengetahui dimana letak kebutuhan dalam menunjang proses belajar mengajar,” ungkap, Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan STAIN Watampone itu.

Lebih jauh Aminullah, menegaskan pendekatan emosional kepada siswa turut memberi andil siswa betah belajar. “Seorang guru yang bijak menjadikan proses belajar seperti bermain bagi siswa, dalam artian menjadikan suasana tetap santai dan membangun keharmonisan terhadap siswa, bukan mejadikan sekolah itu sebagai ajang neraka bagi siswa, siswa tidak masuk belajar bukan karena pelajaran tapi seorang guru yang membawakan pelajaran itu,” kunci dia.

(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top