Perjuangan STAIN Watampone Alih Bentuk Jadi IAIN Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Perjuangan STAIN Watampone Alih Bentuk Jadi IAIN Bone

Rektor IAIN Bone, berpose bersama jajaran panitia dan dosen berposen di halaman kampus, pasca resmi penetapan alih bentuk STAIN Watampone menjadi IAIN Bone.

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Untuk beralih bentuk dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Watampone menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone butuh perjuangan panjang. Pengurusan berkas yang memakan waktu hingga tenaga terkuras karena perjalanan bolak-balik ke Jakarta turut mewarnai perjuangan itu.

RISNAWATI, Watampone

Dibalik perjuangan selama empat tahun, rupanya menyimpan suka dan duka yang begitu banyak, khususnya bagi para Ketua dan Wakil Ketua serta panitia dalam pengurusan peralihan bentuk dari STAIN Watampone menjadi IAIN Bone.“Dalam proses peralihan bentuk dari STAIN menjadi IAIN, membutuhkan waktu yang begitu lama. Sebelumnya itu memang sudah disiapkan oleh ketua sebelum saya, namun untuk proses formalnya baru berlaku pada tahun 2014 lalu,” ungkap Prof Dr A Nuzul, SH, M.Hum, Rektor IAIN Bone kepada penulis, kemarin.

Diakui Nuzul keberhasilan yang telah diraih STAIN hingga naik kelas menjadi IAIN, tidak terlepas dari kerjasama antar semua stakeholder untuk mengembangkan STAIN.“Ini semua berkat kerjasama dan sinergitas antar stakeholder yang ada, dalam mengembangkan kampus tercinta ini, tanpa mereka keberhasilan ini tidak ada artinya,” tegas Nuzul penuh bangga.
Tak hanya itu, kata dia, untuk meraih keberhasilan ini dibutuhkan kerja yang sangat ekstra dan luar biasa.

“Begitu sangat mengu-ras tenaga, karena harus mengeluarkan kerja ekstra untuk mendapatkan hasil tersebut, seperti penyusunan berkas yang begitu banyak,” bebernya. Lanjut Nuzul, di balik keberhasilan tersebut tersimpan suka duka yang mengharukan, mulai dari penyusunan berkas sampai pada tim survei yang datang langsung ke Kampus STAIN pada waktu itu.

“Suka dukanya pasti ada seperti pada saat bolak balik ke Jakarta untuk me-ngurus berkas-berkas yang dibutuhkan, namun harus menunggu beberapa lama karena yang mau ditemui sedang berhalangan atau tidak ada ditempat, namun itu tidak menjadikan sema-ngat kami mundur untuk peralihan nama tersebut.
Dan yang paling saya ingat pada waktu itu setelah di perjalanan pulang dari Jakarta menuju Makassar, tiba-tiba pesawatnya tidak bisa langsung mendarat padahal pada saat itu pesawat sebentar lagi mau mendarat, akan tetapi tiba-tiba cuaca yang buruk tidak memungkinkan untuk mendarat, jadinya kami balik kembali ke Jakarta, padahal pesawat itu Garuda. Inilah yang membuat terkesan pada saat itu,” urainya.

Kendati banyak rinta-ngan dan hambatan yang dilalui dalam pengurusan alih bentuk STAIN menjadi IAIN, tidak menurunkan semangat untuk tetap maju dan terus berusaha.
“Banyak sekali yang dilalui, bukan cuma berkas dan tanda tangan yang kami buru, namun juga sudah ada tim yang turun langsung memeriksa dan datang ke STAIN pada waktu itu. Dan apa yang kami perjuangkan selama ini sudah terobati de-ngan keberhasilan yang kami raih sekarang,” tandasnya.

Dengan keberhasilan yang diraih tersebut, juga tidak lepas dari kerjasama yang ditunjukkan oleh dosen-dosen yang ada di kampus hijau ini.
“Sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak, baik kepada pendahulu kami yang ada di kampus ini maupun teman-teman dosen lainnya,” kunci Nuzul.

(*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top