Pernikahan Terancam Batal – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pernikahan Terancam Batal

Pelaku Muhlis, bersama bidan Any yang merupakan tunangannya. Pernikahan keduanya terancam batal

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN – ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Meski pinangan Bripda Muhlis ter-hadap Ani sudah diterima pihak keluarga. Bahkan, kabarnya tinggal menunggu penentuan hari H dan penyerahan mahar sebesar Rp50 juta. Namun pernikahan keduanya terancam batal. Pihak keluarga Ani kecewa setelah Bripda Muhlis diketahui menjadi pelaku pembunuhan Harmawati Bin Dolla (21), pacar lain Muhlis yang ditemukan mayatnya oleh warga Desa Lappa Bosse Kecamatan Kajuara, Senin 15 Agustus lalu.

Kepala Desa Gona, Andi Aswar mengatakan, sejauh ini orangtua Ani belum mengambil keputusan, apakah rencana pernikahan anaknya akan dilanjutkan atau tidak. Namun pihak keluarga yang menerima pinangan Muhlis beberapa waktu, menegaskan proses lamaran sulit untuk dilanjutkan.

“Saya sudah bertemu langsung dengan pihak keluarga Ani yang menerima lamaran keluarga Muhlis. Dia mengatakan lamaran tersebut sulit dilanjutkan. Dia bilang kayaknya tidak bisami dilanjutkan setelah mengetahui peristiwa pembunuhan tersebut,” kata Aswar saat dihubungi RADAR BONE, Minggu 21 Agustus kemarin.

“Saya baru mendengar itu, kalau polisi siap memfasilitasi,” tutupnya.
Terpisah, salah seorang kerabat Ani memastikan lamaran tersebut dibatalkan.

“Malahan kami dari pihak keluarga bersyukur karena yang bersangkutan memperlihatkan sifat aslinya. Siapa yang mau menerima orang seperti itu sebagai menantunya. Tidak, keluarga di sini sudah menegaskan tidak akan melanjutkan lamaran tersebut,” ungkap kerabat Ani yang me-minta namanya tidak dikorankan.

Pria yang dikenal sebagai tokoh berpengaruh di Kajuara ini menegaskan, pihak keluarga termasuk kedua orangtua Ani biasa-biasa saja, pasca terungkapnya Muhlis sebagai pelaku pembunuhan terhadap gadis cantik asal Desa Tinanggea Kecamatan Tinanggea, KabupatenKonawe Selatan, Sulawesi Tenggara tersebut.

“Tidak ada kata-kata syok atau apa. Memang warga Kajuara sempat gempar pasca kasus pembunuhan yang melibatkan oknum polisi itu,” pungkasnya. Dia juga menegaskan acara lamaran belum dilaksanakan. “Termasuk penyerahan uang panaik belum ada. Baru kesepakatan soal besaran uang panaik dimaksud,” ujar pria yang mengaku bersepupu dengan Ani.

*ASKAR SYAM

To Top