Pertahankan Konsep Hutan Kota – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pertahankan Konsep Hutan Kota

Revitalisasi Taman Bunga Disorot

PENULIS : ASKAR SYAM

WATAMPONE, RB—Proyek revitalisasi Taman Bunga Aru Palakka mendapat perhatian serius kalangan aktivis lingkungan. Aktivis tak menolak revitalisasi, namun meminta Pemerintah Kabupaten Bone tetap mempertahankan tanaman dan paepohonan yang ada di dalamnya, sehingga hutan kota tetap terjaga.

Aktivis lingkungan Kabupaten Bone, memprotes upaya revitalisasi kawasan taman bunga. Revitalisasi dikhawatirkan akan mengganggu dan merusak fungsi ekologis hutan kota yang terbentuk sejak beberapa tahun silam.
Aktivis lingkungan, Ahmad Irfan mendesak pemerintah daerah, tidak merombak fungsi dari hutan kota di Taman Bunga.
“Pertahankan Hutan Kota Di Bone. Kami tidak menolak revita-lisasinya, tapi jangan pangkas pepohonan yang ada di sana,” ungkapnya kepada RADAR BONE, via seluler Senin 6 Juni kemarin.
Di Kabupaten Bone kata dia, hanya Taman Bunga yang merupakan hutan kota yang tersisa.
“Setelah kawasan-kawasan hijau lainnya di Kota Watampone, beralih fungsi menjadi kompleks perumahan. Sekali lagi, tolong pertahankan fungsi dari Taman Bunga. Kita beberapa kali suarakan ini. Kalau perlu, Taman Bunga kita simbol perlawanan alih fungsi ruang terbuka hijau di Bone,” tegasnya.
Selama ini kata dia, telah terjadi alih fungsi hutan. Kalangan aktivis lingkungan, lanjut Irfan, terus berusaha menghijaukan ruang terbuka hijau. “Kami perlu ingatkan, proses penanaman pohon menjadi hutan kota membutuhkan waktu yang panjang. Jadi jangan beralasan pohon dibabat karena akan ditanami ulang,” tegasnya.
Bayangkan kata dia, Taman Bunga secara ekologis berfungsi untuk menyerap air hujan, mencegah banjir dan menyediakan oksigen.
“Sesuai Undang Undang nomor 26 tahun 2007 tentang tata ruang, seharusnya setiap kota memiliki RTH seluas 30 persen dari luas kota. Sedangkan RTH yang tersisa di Kota Watampone, saya kira jauh dari persyaratan yang diamanatkan di undang-undang,” imbuhnya.
Anggota DPRD Bone, HA Suaedi turut sependapat agar pemerintah daerah, memikirkan secara matang sebelum merevitalisasi taman bunga.
“Selama ini, Taman Bunga menjadi ikon kesejukan di Kota Watampone. Taman Bunga menjadi satu-satunya ruang terbuka hijau yang selama ini menjadi tujuan masyarakat Kota Watampone untuk bersantai. Sangat disayangkan ketika pohon-pohon besar yang ada di taman itu dibabat ataukah dipangkas,” tegasnya.
Lebih jauh Suaedi mengatakan taman kota akan menjadi lebih indah, jika dipercantik melalui atau direvitalisasi, tapi tidak merusak fungsinya sebagai paru-paru kota.

 

*ASKAR SYAM

To Top