Pertama Kalinya, Penunggu Sungai Walannae Muncul di Pemukiman Penduduk – Radar Bone

Radar Bone

Uncategorized

Pertama Kalinya, Penunggu Sungai Walannae Muncul di Pemukiman Penduduk

Seekor buaya keluar menampakkan diri di salah satu ruas jalan di Desa Tawaroe Kecamatan Dua Boccoe, Sabtu malam 24 September lalu. Buaya ini diduga kuat sebagai penunggu Sungai Walannae.

 Warga Berharap Bukan Pertanda Buruk

Buaya penunggu Sungai Walannae mulai berani menampakkan diri. Bahkan muncul di jalan setapak milik warga di Dusun Tallewo, Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe.

ASKAR SYAM,  Dua Boccoe

Penampakan buaya pada Sabtu malam 24 September lalu, di jalan setapak di dekat Sungai Walannae, menggegerkan warga. Bahkan saat gambar buaya tersebut di upload di media sosial facebook, tidak sedikit netisen yang berkomentar.
“Wah buaya darat muncul,” ujar salah satu netisen dengan akun Awaluddin.
“Tikkengngi bro (Tangkap bro),” ujar netisen lainnya, dengan akun Ali Bin Abi Thalib dengan logat bugis. “Wah pertanda sesuatu. Takutma pergi mancing di belakang rumah,” ujar netisen lainnya, Ashar Al-Junaidiyah.

Salah seorang warga Desa Tawaroe, Mustamin mengaku baru kali ini ada buaya yang muncul di jalan setapak yang biasa dilalui pengendara motor. “Tentu ini bisa membahayakan keselamatan warga setempat. Sewaktu-waktu buaya di pinggir sungai bisa menerkam warga yang melintas,” ujarnya khawatir.

Warga lainnya, Rahman justru berpendapat lain. Dia yakin buaya tersebut tidak akan mengganggu warga. “Kecuali jika diusik, buaya tersebut tentu akan menjadi liar. Manusia saja ketika diusik pasti marah,” ujarnya.
Namun Rahman enggan mengaitkan kemunculan buaya tersebut dengan mitos yang selama ini dipercaya masyarakat. Bahwa jika ada buaya muncul di darat, pertanda akan ada banjir.

“Saya tidak mau terlalu jauh ke sana (Berpikir banjir). Jelasnya saya berpesan agar tidak mengganggu buaya penunggu sungai. Biarkan mereka berkembang di habitatnya,” pungkas alumni perguruan tinggi STAIN Watampone itu.
Kekhawatiran warga cukup beralasan. Mengingat beberapa warga sudah menjadi korban buaya. Terakhir, seorang warga Dusun Polewija Desa Pakkasalo bernama Bonci alias Bani yang diduga tewas dimakan buaya pada Sabtu, 20 Februari lalu. Dugaan warga diperkuat dengan ditemukannya jasad Bonci yang sudah hilang sebagian. Kedua kaki Bonci hilang tak jelas rimbanya.

Pasca kejadian itu, warga pun berupaya memancing sang buaya keluar dari sarangnya. Awalnya, warga memancing buaya dengan melempar umpan berupa itik ke sungai. Dugaan warga ternyata tidak meleset, seekor buaya menampakkan diri memakan umpan yang diberikan warga pada, Rabu 24 Februari lalu. Setelah meyakini sang buaya ada dan masih berseliweran di Sungai Unyi, warga menyusun strategi. Di bawah komando camat setempat serta didukung aparat TNI dan Polri, warga pun mengepung Sungai Unyi, Kamis 25 Februari lalu.

Aksi perburuan yang dilakukan warga setempat, ternyata tak sia-sia. Seekor buaya muncul saat diberi umpan oleh warga. Aparat TNI dan Polri yang sudah bersiaga pun langsung memberondongkan timah panas ke tubuh buaya ganas itu. Mendapat serangan tak terduga, buaya pun kaget dan memuntahkan umpan itik beserta potongan kaki yang diduga kuat kaki korban Bonci. Tak pelak, pemandangan ini pun membuat warga heboh.

“Itu pasti potongan kaki korban yang dimakan beberapa hari lalu,” celetuk seorang warga yang antusias menyaksikan perburuan buaya pemangsa manusia itu.
Melihat usahanya menuai hasil, tim pemburu pun terus menggiring buaya itu keluar sarang. Upaya yang dilakukan tim pemburu ternyata tak sia-sia. Seekor buaya buaya besar dengan panjang 4,5 meter dan lebar 75 centimeter yang sebelumnya memangsa warga di Desa Pakkasalo Kecamatan Dua Boccoe, berhasil dilumpuhkan timah panas aparat gabungan Polsek Dua Boccoe dan TNI.
Penembakan tersebut pun sempat membuat geger warga Bumi Arung Palakka.

(*)

To Top