Petani Tak Berasuransi di Bone Gigit Jari – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Petani Tak Berasuransi di Bone Gigit Jari

Warga Desa Tawaroe, Kecamatan Dua Boccoe menggunakan perahu untuk memanen padi yang terendam banjir.

PENULIS : BAHARUDDIN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE, RB–Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bone sejauh ini belum memiliki data mengenai jumlah kerugian petani yang menjadi korban banjir. Namun demikian, Distan memastikan yang bisa menerima ganti rugi atas kerugian gagal panen karena banjir hanya petani yang tergabung di asuransi Jasindo. Terkhusus kepada petani yang cuma kehilangan bibit karena tanamannya terendam banjir akan digantikan bibit baru.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan, H Sunardi Nurdin mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan 10 ribu hektar lahan yang akan mendapatkan asuransi. “Supaya jika ada yang gagal panen bisa mendapatkan bantuan. Dengan syarat tanaman padi yang rusak sudah berumur satu bulan ke atas. Jika poktan masuk asuransi, kemudian tanamannya gagal akan digantikan sebesar Rp6 juta perhektar, tapi petani diwajibkan membayar Rp36 ribu perhektar dalam satu kali panen. Kalau memang ada korban banjir itu masuk Asuransi Jasindo tentu akan digantikan kerugiannya,” ungkap Sunardi.

Diakui Sunardi saat ini tengah dilakukan pendataan petani yang menjadi korban banjir. Pendataan, kata dia dilakukan melalui pengamat hama kerjasama penyuluh pertanian. “Makanya sekarang belum diketahui kerugiannya,” terangnya.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan, Risal mengatakan resiko tanam hambur adalah gampang hanyut jika terendam banjir. “Tapi jika dilakukan tanam pindah, tentu hasilnya bagus juga tidak mudah hanyut,” katanya.

*

To Top