Pimpin Paripurna, Dua Wakil Ketua DPRD Diberondong Interupsi – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Pimpin Paripurna, Dua Wakil Ketua DPRD Diberondong Interupsi

PENULIS : USMAN SOMMENG

WATAMPONE, RB–Dua Wakil Ketua DPRD Bone yang diserahi tugas memimpin rapat paripurna dengan agenda yang berbeda, Jumat malam, 30 September kemarin, diwarna hujan interupsi dari peserta rapat.

Interupsi bermula saat Wakil Ketua DPRD Bone, Drs A Taufiq Kadir MH membuka rapat paripurna penetapan ranperda penyertaan modal non kas dari Pemda kepada PDAM Bone.

“Sebelum rapat dilanjutkan, kami ingin penjelasan alasan Ketua DPRD, sehingga tidak hadir dalam rapat penetapan malam ini,” ujar Rismono Sarlim, anggota DPRD Bone.

Menjawab pertanyaan politisi muda Partai Hanura, pimpinan Paripurna Taufiq Kadir menegaskan, bahwa Ketua DPRD Bone, A Akbar Yahya ke Jakarta mendampingi Bupati Bone, HA Fahsar Mahdin Padjalangi melakukan penandatanganan MoU terkait penyertaan modal ke PDAM.

Jawaban yang disampaikan Taufiq disambut interupsi lainnya dari Abd Rahman. Politisi PAN ini meminta pimpinan memperjelas, apakah penandatanganan MoU yang dihadiri Ketua DPRD dan bupati, tidak mendahului penetapan ranperda.

“Bukan bermaksud menghalangi penetapan malam ini, tapi ini lebih kepada sikap kehat-hatian kami sebagai anggota dewan,” tegas bekas wartawan itu.

Interupsi senada disampaikan anggota DPRD lainnya, Saipullah Latif.
Untuk menjelaskan acara yang dihadiri Ketua DPRD dan bupati tersebut. Taufiq mempersilakan Wakil Bupati Bone, H Ambo Dalle untuk menjelaskan kunjungan kedua petinggi tersebut di Jakarta.

Sebelumnya Taufiq meminta persetujuan peserta rapat untuk kesempatan yang diberikan kepada wabup.

Wabup menjelaskan, bahwa bupati dan Ketua DPRD mendapat undangan yang sama untuk mengikuti pendatanganan MoU bersama 107 PDAM yang mendapat pernyertaan modal dari penghapusan utang PDAM.

“Bupati dan Ketua DPRD mendapat undangan yang sama. Jadi, Ketua DPRD bukan mendampingi bupati. Kemudian jika ranperda ditetapkan malam ini, tidak akan berpengaruh pada MoU yang ditandatangani Bupati dan Ketua DPRD tersebut. Dari 107 PDAM yang dapat penyertaan modal, kita di Bone yang tercepat membuat perdanya,” jelas Ambo Dalle.

Setelah mendapat penjelasan wabup, rapat parpurna pun berlanjut hingga ranperda ditetapkan menjadi perda.
Setelah rapat ini ditutup, kemudian rapat paripurna berlanjut dengan agenda penetapan rancangan APBD Perubahan 2016 yang dipimpin A Samsidar Ishak.

Seperti Taufiq tadi, Samsidar baru saja membuka rapat langsung disambut interupsi yang datang dari Risal. Politisi muda Partai Hanura tersebut menyatakan walk out, karena tak mendapat hasil pembahasan pansus dari fraksinya dalam hal ini Fraksi PNBK. PNBK adalah fraksi gabungan partai.

“Karena saya tak mendapat hasil pembahasan dari fraksi. Secara pribadi saya nyatakan walk out dari rapat ini,” tegas Risal seraya meninggalkan ruang paripurna.

Langkah WO Risal tersebut ditanggapi Ketua Fraksi PNBK, Saipullah Latif. “Bagaimana bisa mengetahui hasil pembahasan, jika meninggalkan rapat. Padahal laporan hasil pembahasan baru akan disampaikan dalam paripurna ini,” jelas Politisi PBB itu.

Usai perang interupsi, rapat pun berlanjut dan APBD-P berhasil ditetapkan.

To Top