Poktan di Bone Keluhkan Biaya Distribusi Pupuk – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Poktan di Bone Keluhkan Biaya Distribusi Pupuk

Sejumlah buruh siap mengangkut pupuk di gudang milik salah satu pengecer pupuk di wilayah kota, beberapa waktu lalu.

PENULIS : HERMAN KURNIAWAN

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Sebanyak 30 kelompok tani di Desa Watangcani, Kecamatan Bontocani mengeluhkan penyaluran pupuk. Pasalnya, jatah pupuk tidak distribuksikan langsung ke masing-masing kelompok tani. Melainkan tertahan di gudang pengecer yang terletak di Dusun Jawi-jawi.

Jarak Dusun Jawi-jawi ke lokasi kelompok cukup jauh, sehingga petani terpaksa menyewa kendaraan untuk mengangkut pupuk. Padahal sejatinya pupuk tersebut disalurkan pengecer langsung ke kelompok tani, karena dana transportasi pupuk sudah ditanggung pemerintah daerah. Tahun ini, pemkab mengalokasikan Rp5 miliar untuk subsidi transportasi pupuk dalam APBD.

“Saya dengar sudah ada perubahan proses penyaluran. Biasanya kelompok tani diharuskan untuk mengambil pupuk di pengecer. Sekarang berbalik pengecer yang mengantarkan ke masing-masing kelompok tani dan sudah ada subsidi biaya dari pemerintah. Kasihan kami kalau dari Dusun Buatenning, dan Mattanete Tengnga jaraknya hampir 10 kilometer ke penyalur mengambil pupuk,” tutur seorang warga berinisial AL.

Lanjut AL, sudah ada beberapa perwakilan kelompok tani pernah menghadap ke Dinas Pertanian Kabupaten Bone untuk menanyakan permasalahan tersebut.

“Sudah ada melaporkan. Kami 30 kelompok tani tidak sepakat dengan sistem penyaluran pupuk. Pada musim tanam padi 2016 sampai awal 2017, semua begitu, kami yang jemput pupuk di gudang,” tambahnya.

Hal yang sama juga diutarakan anggota kelompok tani lain, BS. Dia mengaku hanya butuh penjelasan kalau memang penyaluran pupuk ini hanya sampai di gudang pribadi milik penyalur dia tidak mempermasalahkan.

“Saya hanya antisipasi jangan sampai kita ini dipermainkan. Kalau memang benar sudah ada biaya transportasi dari pemerintah untuk penyaluran ke kelompok tani, kemudian kami diminta untuk jemput lagi di gudang, kasian kami dipermainkan,” ujarnya.

BS menambahkan, dana subsidi transportasi pupuk yang diantar langsung ke kelompok sebesar Rp40 ribu persak.
“Itu cerita yang berkembang di kampung, kalau itu benar berarti penyalur sudah melakukan kesalahan dari musim tanam 2016 sampai 2017,” tutupnya.

Berdasarkan data yang dihimpun RADAR BONE, jumlah kelompok tani di Desa Watang Cani, Kecamatan Bontocani sebanyak 30 kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan kurang lebih 30 orang. Kelompok tani ini tersebar dari Dusun Watangcani, Jawi-jawi, Mattanete Tengnga, dan Buatenning.

Kepala Seksi Pupuk Dinas Pertanian Kabupaten Bone, Darmawan A Mula yang dikonfirmasi RADAR BONE, Rabu 25 April kemarin mengatakan penyaluran pupuk sudah disubsidi.

“Penyaluran pupuk memang sudah dilakukan subsidi sebagai uang pengganti biaya transport pengecer. Namun tidak semuanya sama subsidinya. Contohnya di Bontocani Rp40.000 per sak, karena memang medan jalan di sana susah. Jadi pengganti biaya transpor bagi pengecer besarnya ditentukan sulitnya medan jalan untuk sampai dilokasi,” ungkapnya.

Lanjut dia, jika ada pengecer yang tidak mendistribusikan pupuk sampai ke kelompok tani sudah pelanggaran, karena sudah disubsidi.

“Kalau memang ada pengecer hanya di tempatnya disimpan, tidak sampai di kelompok tani berarti sudah melanggar, karena dia sudah disubsidi dengan artian bahwa biaya transpornya digantikan,” jelas Darmawan.

Darmawan berjanji akan segera mengontak pengecer di wilayah Watangcani.
“Untuk sekarang kami belum menemukan pelanggaran terhadap pengecer yang pupuknya tidak sampai di desa-desa. Hanya saja baru kali ini ada informasi seperti itu, dan untuk sekarang kami akan menghubungi pengecer yang bersangkutan.” tutupnya.

*

Click to comment
To Top