Poros Baru Menguat. Berikut Prediksi Peta Koalisi Di DPRD Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Utama

Poros Baru Menguat. Berikut Prediksi Peta Koalisi Di DPRD Bone

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Partai politik di Bone mulai intens melakukan komunikasi untuk memperkuat koalisi di parlemen. Apalagi, tak ada Parpol yang mendominasi perolehan kursi DPRD Bone. Golkar yang pada Pileg 2014 lalu, perkasa dengan 15 kursi, pada Pileg 2019, hanya mampu meraih 9 kursi. Hanya terpaut empat kursi dari tiga partai peraih jatah pimpinan, yakni Gerindra, PAN dan Demokrat yang sama-sama mengoleksi lima kursi.

Hasil perolehan suara Pemilu 2019 DPRD Bone telah menunjukkan partai yang lolos ke parlemen. Dari hasil tersebut komposisi partai politik sedikit berubah jika dibandingkan hasil Pemilu 2014 lalu.

Komposisi fraksi di DPRD juga hampir dipastikan berubah. Ada tiga partai politik yang saat ini intes menjalin komunikasi, yakni Gerindra, PAN dan Demokrat.

Ketua DPD Gerindra Bone, Ishak SH bahkan menyebut koalisi antara tiga parpol ini hampir pasti terwujud. Jika Gerindra mampu merangkul PAN dan Demokrat dalam koalisi, maka dipastikan, koalisi ini akan menjadi poros baru yang memiliki kekuatan dan mampu mengintervensi keputusan di DPRD Bone.

“Sejauh ini, Gerindra, PAN dan Demokrat sudah hampir pasti membentuk koalisi. Kita juga membuka ruang untuk parpol lain bergabung,” ungkapnya kepada RADAR BONE, Sabtu 3 Agustus kemarin.

Ketua DPD PAN, A Wahyudi Taqwa Bone kata Ishak, yang dipercayakan untuk membangun komunikasi dengan partai lain.

“Yang jelasnya, kita (Gerindra, PAN dan Demokrat) memiliki pandangan yang sama, yaitu mendorong pemerintah melahirkan kebijakan yang berpihak ke masyarakat. Tentu dengan program yang porsinya lebih banyak ke pelayanan publik,” tukasnya.

Sekretaris DPD PAN Bone, Herman ST tak menampik peluang terwujudnya koalisi antara tiga partai politik ini.

PAN lanjut Herman bahkan sudah mengakomodir Perindo untuk masuk dalam koalisi.
“Insya Allah, PAN sudah sepakat mengakomodir Perindo,” tukasnya.

PAN lanjut Herman juga membuka ruang untuk partai yang tidak cukup satu fraksi untuk bergabung di koalisi yang saat ini tengah digagas partainya.

“Yang jelas, PAN sangat terbuka dengan partai manapun yang siap berjuang bersama-sama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bone,” ujarnya.

Sementara Partai Golkar baru akan membahas arah koalisi setelah Ketua DPD Golkar Bone, HA Fahsar M Padjalangi tiba dari Moskow Rusia.

“Nanti itu (Arah koalisi), dibahas dan diputuskan melalui rapat pengurus DPD,” ujar Kepala Sekretariat DPD Golkar Bone, A Arsyad kepada RADAR BONE, Minggu 4 Agustus kemarin.

Penjajakan koalisi juga telah dilakukan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Koalisi dengan Partai Hanura bahkan telah dibangun. Bahkan, tak menutup peluang, Nasdem bergabung dalam koalisi ini.

“Kalau PKB sudah ada pembicaraan dengan Hanura. Kita sudah sepakat koalisi. PKB juga membuka ruang partai lain untuk masuk dalam koalisi ini,” ujar Ketua DPC PKB Bone, Rusdi.

Ia juga menyebutkan, komposisi perolehan kursi DPRD Bone, kini berimbang. Tak ada lagi partai politik yang bisa menguasai Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

“Golkar saja, kemungkinan hanya satu unsur ketua komisi yang bisa didapat. Itupun tergantung dari hasil musyawarah nantinya. Karena kalau dilihat perolehan kursinya, kan otomatis hanya dua kader golkar yang bisa mengisi setiap keanggotaan komisi,” ujar Rusdi.

Diketahui, ada enam partai politik yang memenuhi syarat untuk satu fraksi penuh, yakni Golkar (9 kursi), Gerindra (5 kursi), PAN (5 kursi), Demokrat (5 kursi), Nasdem (4 kursi) dan PKS (4 kursi)

Praktisi politik, Rahman Arif menilai, menilai, dominasi Golkar di parlemen bakal digerus oleh partai yang perolehan kursinya cukup signifikan di DPRD. “Gerindra, PAN, Demokrat, PKS dan Nasdem, sangat berpeluang membentuk koalisi non pemerintah (Oposisi). Mereka cukup kuat jika berkoalisi. Total 23 kursi dan itu cukup dominan di parlemen,” tukasnya.

Hanya saja, untuk membangun koalisi permanen itu perlu ada prasyarat-prasyarat yang harus terpenuhi.

“Pertama dan paling utama adalah misalnya bangunan ideologi yang sama. Jadi koalisi itu memang harus dibentuk atas dasar ideologi yang sama. Kemudian tentunya kalau kepentingan-kepentingan politiknya juga harus berdekatan serta memiliki tujuan yang sama,” ujar Rahman.

Disamping itu, partai politik ketika ingin membangun suatu koalisi tentunya harus atas dasar keputusan partai pada tingkatan tertinggi. “Jadi koalisi ini tidak bisa dilakukan oleh orang per orang pimpinan partai. Kenapa demikian karena kita tahu partai-partai politik itu bukan dimiliki segelintir orang saja, apa yang disebut oligarki partai. Karena kita tahu yang namanya kedaulatan partai itu berada di tangan anggotanya,” kuncinya.

Berikut Prediksi Peta Koalisi di DPRD Bone

Fraksi Penuh

-Golkar : 9 Kursi
-Gerindra : 5 Kursi
-PAN : 5 Kursi
-Demokrat : 5 Kursi
-Nasdem : 4 Kursi
-PKS : 4 Kursi

Tak Bersyarat 1 Fraksi

-PDIP : 3 Kursi
-PKB : 3 Kursi
-Hanura : 2 kursi
-PBB : 2 kursi
-PPP : 2 kursi
-Perindo : 1 Kursi

Potensi Poros Baru

Koalisi Gerindra, PAN, Demokrat, Perindo
Catatan: PKS berpeluang bergabung di koalisi ini
Total : 20 Kursi

Nasdem berpeluang merangkul PKB, Hanura dan PPP
Total : 11 Kursi

-PDIP dan PBB berpeluang masuk ke Gerbong Golkar.
Total : 14 Kursi

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top