Potret Buram Koperasi di Kabupaten Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Potret Buram Koperasi di Kabupaten Bone

Koperasi Serba Usaha Amalia, merupakan salah satu koperasi yang telah berbadan hukum yang aktif beroperasi di daerah ini.

Sebagian Besar Tinggal Nama, Pemerintah Berupaya Aktifkan

Kabupaten Bone tergolong gudangnya koperasi. Betapa tidak, jumlah koperasi yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UMKM mencapai 700-an. Hanya saja, sebagian keberadaannya cuma di atas kertas.

Baharuddin, Watampone

Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone berupaya menghidupkan kembali koperasi yang mati suri. Dari 700-an koperasi yang terdaftar dan memiliki badan hukum. Kini tersisa sekira 300 saja yang tergolong aktif. Selebihnya, cuma tinggal nama. Roh koperasi, yakni rapat anggota tahunan (RAT) tak ada lagi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Bone, Drs A Aswar kepada penulis, Kamis 8 September lalu, mengatakan koperasi yang vakum diupayakan untuk diaktifkan, dengan mengisi kepengurusan baru.
“Karena semua sudah berbadan hukum, siapa tahu ada kelompok tani yang mau melanjutkan, bisa diaktifkan kembali. Makanya sekarang terus kita me-ngajak kelompok tani untuk membentuk koperasi. Tapi jika memang sudah diupayakan dan tidak bisa lagi aktif, maka tentu akan dibubarkan,” tegas Aswar.

Menurut Aswar pembekuan koperasi itu me-rupakan langkah terakhir. Mengingat, kata dia banyak kelompok tani dan kelompok nelayan belum bisa menikmati bantuan dari pusat, karena terkendala badan hukum berbentuk koperasi.
“Kami tetap selalu kroscek supaya bisa aktif rapat anggota tahunan (RAT), tapi kalau memang tidak ada lagi jalan, maka harus dibubarkan, tapi dalam pembubaran itu tentu akan diusulkan dulu ke tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Karena dalam pembubaran itu harus ada panitianya dan ini tidak bisa serta merta dilakukan pembubaran begitu saja, karena ini semua datanya ada di tingkat provinsi,” jelas Aswar.

Selain itu, sambung Aswar, dalam setahun cuma 20 koperasi yang bisa dibubarkan, atau tidak dilakukan pembubaran secara massal.
“Karena siapa tahu masih ada juga yang bisa diaktifkan, sehingga tidak akan langsung dibubarkan secara bersamaan,” paparnya.
Lanjut. saat ini sedikit demi sedikit sudah ada koperasi yang melaksanakan RAT. “Karena kami terus melakukan pendekatan dan ini tidak boleh diam, supaya koperasi yang berbadan hukum itu bisa diaktifkan,” kunci dia.

*ASKARSYAM

To Top