PPDB Jenjang SMA Terapkan Sistem Zonasi – Radar Bone

Radar Bone

Pendidikan

PPDB Jenjang SMA Terapkan Sistem Zonasi

Kasi SMA Cabang Dinas Wilayah III Bone Hj Bagyan SPd bersama dengan para pegawai, Rabu, 30 Mei 2018.

RADARBONE.CO.ID, WATAMPONE– Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMA/SMK semakin diperketat. Untuk tahun ini, PPDB jenjang SMA menerapkan sistem zonasi dan non zonasi.

Untuk sistem zonasi meliputi jalur domisili sebanyak 50%, Afirmasi 20%, Akademik 20%. Sementara untuk sistem non zonasi meliputi jalur prestasi bidang Iptek, Seni, Olahraga, Keagamaan dan Kepramukaan sebanyak 5%.

Selanjutnya, khusus jalur khusus bagi siswa lulusan SMA dari luar provinsi dan anak dari anggota TNI/Polri/ASN karena orangtua pindah tugas sebanyak 5%.

Kasi SMA Cabang Dinas Wilayah III Kabupaten Bone Hj Bagyan SPd mengatakan penerimaan siswa baru jenjang SMA untuk tahun ini tidak jauh bedah dengan tahun sebelumnya. Namun untuk tahun ini, regulasinya lebih kepada zonasi. Untuk sistem zonasi meliputi tiga jalur yakni jalur domisili, afirmasi dan akademik.

“Untuk jalur domisili kuotasnya 50% dari total siswa dari masing-masing sekolah. Dijalur ini diutamakan calon peserta didik baruk yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah. Dibuktikan dengan KK sesuai database Disdukcapil dan terdaftar sebagai anggota keluarga pada KK paling lambat tanggal 6 bulan sebelum PPDB,” jelasnya.

Selanjutnya, jalur afirmasi kuotanya hanya 20%. Untuk jalur ini diutamakan calon peserta didik baru dari keluarga ekonomi tidak mampu, anak berkebutuhan khusus/penyandang disabilitas dan melampirkan KKS/KIP/KIS.

Kemudian dijalur akademik kuotanya 20%. Di sini mengacu pada SKHUN siswa. Jika UNBK nilainya ditambah 20% plus bobot radius/jarak.

“Dari ketiga jalur ini, jika terdapat kesamaan dalam pemeringkatan menurut UN ditambah radius, maka penentuan peringkat didasarkan dengan nilai UN dengan urutan Mapel Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Dan jika tetap sama, maka diprioritaskan calon peserta didik yang mendaftar lebih awal,” jelasnya.

Sementara untuk sistem non zonasi meliputi jalur prestasi diperuntukkan bagi calon peserta didik yang mempunyai prestasi akademik dan non akademik yang diselenggarakan oleh Kemendikbud, Kemenag dan KONI seperti OSN, Jambore Nasional, O2SN, FLS2N, Asian Games, Sea Games dan Olympiade.

Sedangkan jalur khusus diperuntukkan bagi calon peserta didik yang mengalami perpindahan wilayah karena faktor bencana alam, dari luar Provinsi Sulsel dan anak anggota TNI, Polri dan ASN yang pindah tugas.

“Persyaratannya harus melampirkan surat keterangan pindah penduduk dari Disdukcapil atau surat Keputusan Pindah Tugas dari pejabat,” bebernya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top