Program Pengabdian Masyarakat, Ini yang Dilakukan Dosen Unhas di Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Program Pengabdian Masyarakat, Ini yang Dilakukan Dosen Unhas di Bone

Program pengabdian deson Unhas dilakukan di Desa Letta Tanah Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Selain materi enam pemateri memimpin langsung praktek pembuatan konsentrat bersama warga

RADARBONE.CO.ID, WATAMPONE– Dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar melaksanakan program pengabdian bertajuk sosialisasi dan pelatihan pembuatan pakan konsentrat untuk penggemukan sapi.

Kegiatan yang dipelopori enam Dosen Unhas tersebut dipusatkan di Kelompok Tani Sipakainge dan Taro Ada, Desa Letta Tanah, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, Sulsel.

Pelatihan tersebut dipandu enam pemateri dari Unhas, Dr. Hasbi, S.Pt., M.Si, Prof. Dr. Ir. Herry Sonjaya, DEA. DES. Dr. Muhammad Hatta, S.Pt., M.Si, Dr. Sri Gustina, S.Pt., M.Si, Erni Damayanti, S.Pt dan Hikmayani Iskandar, S.Pt.

Program Pengabdian pada Masyarakat diharapkan menjadi acuan peternak secara berkelanjutan
menerapkan pemeliharaan dan pengelolaan ternak sapi yang menjadi rintisan kegiatan.

“Sistem pemeliharaan ternak yang berdaya guna, sehingga penghasilan dan pendapatan peternak meningkat dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok peternak dalam melakukan usaha-usaha di bidang peternakan khususnya penggemukkan dan pembuatan pakan konsentrat berbasis bahan pakan lokal,” ujar Prof. Dr. Ir. Herry Sonjaya.

Kegiatan tersebut diawali dengan sosialisasi yang bertujuan untuk menyampaikan kepada peternak rencana pelaksanaan kegiatan, pendataan nama-nama peternak.

“Selanjutnya dilakukan seleksi dan penimbangan berat badan awal sebagai data awal untuk mengontrol atau mengevaluasi kenaikan berat badan selama kegiatan berlangsung.

Berdasarkan hasil seleksi telah terpilih 22 ekor sapi jantan muda yang akan diberi pakan konsentrat. Kegiatan selanjutnya adalah pelatihan pembuatan pakan konsentrat berbasis bahan-bahan lokal yang tersedia seperti dedak padi, dedak jagung, garam, bungkil kelapa, urea, dan mineral.

“Bahan-bahan yang tersedia selanjutnya dicampur sesuai dengan konposisi yang telah ditentukan dengan kandungan protein kurang lebih 12 persen. Proses pencampuran dimulai dari bahan-bahan yang jumlahnya paling sedikit hingga yang paling banyak hingga menjadi tercampur merata atau homogen,” jelasnya.

Pakan konsentrat yang telah jadi selanjutnya diujicobakan pada 22 ekor ternak jantan muda hasil seleksi. Pemberian pakan konsentrat diawali dengan pembiasaan dengan harapan ternaknya dapat terbiasa dengan pakan konsentrat yang dibuat.

Diakhir kegiatan akan dilakukan penimbangan berat badan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan konsentrat terhadap peningkatan berat badan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top