Protes Jalan Rusak, Warga Labotto Ancam Pindah ke Wajo – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Protes Jalan Rusak, Warga Labotto Ancam Pindah ke Wajo

PENULIS : ARDI BIN WARIS

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Warga Desa Labotto yang berada di perbatasan Bone-Wajo kecewa. Setiap tahun mereka mengusulkan perbaikan jalan dalam musrenbang. Namun usulan itu hanya sebatas mimpi. Tak kunjung terwujud.

Kerusakan di jalan poros Cakkeware-Labotto, Kecamatan Cenrana mendadak viral di media sosial. Ini setelah usulan warga setempat dicoret dari daftar usulan prioritas musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Cenrana, Senin, 11 Februari lalu. Saat sekcam membacakan sejumlah usulan prioritas dari desa dan kelurahan di wilayah penghasil kepiting itu, usulan rabat beton poros Cakkeware-Labotto tak termasuk di dalamnya. Padahal, pengecoran jalan atau rabat beton selalu menjadi usulan prioritas warga dua desa, yakni Labotto dan Cakkeware sejak 2009. Bahkan, pada 2014, seluruh desa di Cenrana menyepakati rabat beton Cenrana-Labotto menjadi usulan prioritas.

“Sejak 2009, kami mengusulkan rabat beton tersebut. Dari lima usulan setiap desa, rabat beton selalu menjadi usulan nomor satu sampai sekarang. Tapi kok tidak pernah direalisasikan, padahal sudah dijanjikan,” kata Hamzah, Kepala Labotto kepada RADAR BONE, Kamis, 14 Februari kemarin.

Diakui Hamzah, seandainya ruas jalan tersebut bisa dibiayai melalui dana desa, maka sejak lama sudah dianggarkan bersama dengan desa tetangga. “Tidak bisa dibiayai dengan dana desa, karena jalan kabupaten,” terangnya.
Kekecewaan warga memuncak setelah pembacaan usulan prioritas musrenbang tingkat Kecamatan Cenrana, rabat beton pada poros Cenrana-Labotto hilang.

Kecewa dengan janji pemerintah daerah yang tak kunjung ditepati. Janji pada pilkada lalu seolah hanya ingin lalu. Karenanya sejumlah warga pun mengancam akan pindah domisili ke kabupaten tetangga, Wajo. “Masyarakat di sini (Labotto) memang benar-benar kecewa. Masalahnya mereka sudah dijanji, jalannya akan diperbaiki. Ada beberapa yang mengancam mau pindah ke Wajo,” kata Hamzah.

Ungkapan warga yang mengancam pindah domisili ke daerah tetangga juga diungkapkan di forum rapat musrenbang tingkat Kecamatan Cenrana. Hal ini dibenarkan Saifullah Mursalim, Ketua Karang Taruna Desa Labotto. ”

“Ya, benar ada warga protes karena pembangunan rabat beton yang dijanjikan pemeritah daerah belum juga terealisasi. Bahkan ada yang mengancam mau pindah kabupaten,”ujar Saifullah kepada RADAR BONE, Kamis 14 Februari kemarin.

Menurutnya, aksi protes ini secara tidak langsung merupakan pukulan telak bagi pemerintah Kabupaten Bone, yang kurang memperhatikan masyarakat yang berdomisi di wilayah perbatasan. Bagaimana tidak, kata Mursalim jalan poros Labotto tak pernah tersentuh aspal.

Mantan Kades Lebonge, Nasaruddin menambahkan usulan rabat beton poros Cenrana-Labotto mengemuka sejak musrenbang 2014. Seluruh desa saat itu, kata Nasaruddin satu suara mengusulkan rabat beton sebagai prioritas utama. Rabat beton Cenrana ini direncanakan sampai ke perbatasan Wajo. Pada 2015, terealisasi mulai Desa Kampoti Kecamatan Dua Boccoe menuju Awangcenrana. Selanjutnya, pada 2016 berlanjut pada ruas jalan Awangcenrana-Batas Desa Cakkeware.

“Begitupun pada musrenbang 2016 sampai sekarang tetap menjadi usulan prioritas karena sudah menjadi kesepakatan usulan bertahap. Tapi pada 2017, sema sekali tidak ada realisasi. Berlanjut hingga 2018 tetap tidak ada realisasi dengan alasan jembatan dulu dikerja,” ungkap Nasaruddin.

Lanjut dia, dalam beberapa kali kunjungan bupati di Awangcenrana dan Labotto pada 2018 lalu, menjanjikan rabat beton akan berlanjut di 2019. Namun kenyataannya tidak ada kelanjutan. “Bahkan tidak masuk dalam list perencanaan pembangunan 2020 tanpa alasan yang jelas, kenapa usulan prioritas itu hilang dari list pembangunan Kabupaten Bone. Jadi inilah yang memicu kekecewaan masyarakat Cenrana hari ini. Mereka butuh jawaban, apa salah dan dosa mereka, didiskriminasi seperti itu. Padahal sudah memperlihatkan loyalitas mereka,” kunci Nasaruddin.

Sekretaris Camat Cenrana, Kadir Jaelani yang dikonfirmasi atas dihapusnya usulan warga tersebut, mengatakan sebagai pemerintah kecamatan hanya dapat mengharapkan agar pemerintah daerah merespon keluhan masyarakat tersebut, terutama soal jalan Labotto.

“Setiap tahun musrenbang jalan poros Labotto masuk dalam skala prioritas, tapi belum juga terakomodir. Atas keluhan masyarakat itu semoga dapat dipertimbangkan untuk tahun depan,” harap Kadir.
Ia juga meminta masyarakat untuk tetap bersabar menunggu realisasi pembangunan jalan tersebut.
“Harapan kami bagaimana masyarakat agar tetap bersabar. Kalau memang tidak terakomodir tahun ini. Musrenbang tahun depan diusulkan lagi,” pungkasnya.

Diketahui, Desa Labotto merupakan wilayah yang terletak di ujung Bone Utara dan perbatasan langsung dengan Kabupaten Wajo, tepatnya Desa Pattangngae, Kecamatan Wajo.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top