Proyek Gedung Kuliah STAIN Bone Kritis, Deviasi Pekerjaan Minus 28,31% – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Proyek Gedung Kuliah STAIN Bone Kritis, Deviasi Pekerjaan Minus 28,31%

PENULIS : RISNAWATI

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Pelaksanaan proyek pembangunan gedung perkuliahan kampus II STAIN Watampone tergolong mengkhawatirkan. Pasalnya, hingga pekan ke-22, realisasi pekerjaan baru 33,34 persen dari semestinya 61,65 persen, sehingga masuk kategori progres kritis.

Pembangunan kampus II STAIN Watampone ini meliputi tiga item pekerjaan, yakni gedung dosen, gedung laboratorium dan gedung kuliah. Dari ketiga item pekerjaan tersebut, progres pekerjaan gedung kuliah yang paling lamban.

“Sebenarnya di sini ada tiga gedung, yakni gedung laboratorium, gedung dosen dan gedung kuliah. Gedung dosen itu realisasinya sudah mencapai 60 persen dan gedung laboratorium sudah di angka 70 persen. Hanya saja gedung yang satu, yakni gedung kuliah baru di kisaran 30 persen saja. Khusus gedung kuliah ini, kami mendesak konsultan untuk merampungkan pekerjaan sesuai waktu yang sudah ditentukan sebelumnya,” ungkap Prof Dr A Nuzul, SH, MHum, Ketua STAIN Watampone.

Nuzul mengatakan pihaknya mendesak gedung kuliah dituntaskan sesuai kontrak, agar nantinya tidak menghambat perencanaan yang telah disusun sebelumnnya. “Khusus untuk gedung kuliah, ini yang kita mintakan keseriusan kontraktor,” tegas Nuzul.

Menyikapi lambannya pekerjaan pembangunan kampus II, Nuzul mengakui pihaknya telah menghadirkan Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari kejaksaan, konsultan, kontraktor, konsultan pengawas, tim teknis dari PU, pihak STAIN melalui Forum Discussion Group, Selasa, 31 Oktober lalu.

“Kita sepakati dalam rangka ini perlu ada progresivitas pada gedung kuliah, dan kita mendesak untuk itu. Kami juga intrusksikan kepada konsultan bagi pekerja di lapangan itu atau yang mewakili PT Indo Dhea Internusa Jakarta, untuk segera menyampaikan ke Jakarta hasil pertemuan kemarin,” kata Nuzul.

Lanjut dia, tak ada alasan proyek pembangunan kampus II molor, mengingat pendanaan berjalan lancar. Nuzul menegaskan, pihaknya menaruh harapan besar pada kontraktor untuk segera menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak.

“Kerena batas waktu untuk menyelesaikan itu adalah bulan 12 nanti. Ada beberapa pilihan apakah menghentikan kontrak dan mengambil yang lain, dan kami juga akan panggil untuk bertemu dengan pihak kami, TP4D dan lain sebagainya untuk komitmen untuk menyelesaikan ini dengan tepat waktu karena masih ada kurang lebih 50 hari, dan saya pikir kalau ini diseriusi Insya Allah selesai,” tambahnya.

Pihak PT Global Madanindo selaku Konsultan Pengawas melalui Ashadi membeberkan jika pihaknya telah melayangkan enam surat teguran kepada kontraktor yang mengerjakan gedung perkuliahan. Perusahaan ini didesak mempercepat progres pekerjaan.

“Dalam surat teguran terakhir kami, pada minggu XXII periode tanggal 16-22 Oktober, 148 hari kerja atau 70,48 persen dari 210 hari kerja, bobot rencana ditargetkan 61,65 persen namun bobot realisasi hanya 33,34 persen atau terjadi deviasi hingga -28,31 persen,” bebernya dalam FGD yang diprakarasai STAIN Watampone.

Dalam surat teguran pekerjaan yang dilayangkan PT Global Madanindo selaku konsultan pengawas kepada PT Indo Dhea Internusa selaku kontraktor pelaksana, disebutkan progres pekerjaan yang ada tergolong mengkhawatirkan.

“Dari realisasi deviasi minus tersebut di atas, pekerjaan saudara mengalami progress kritis sesuai dengan syarat-syarat kontrak, sehingga memerlukan penanganan, treatment pekerjaan, serta komitmen pelaksana dalam menyelesaikan pekerjaan hingga berakhir kontrak,” tegas pihak konsultan pengawas dalam surat tertanggal 27 Oktober lalu itu.

Sayangnya Direktur Utama PT Indo Dhea Internusa, Gunawan tidak hadir dalam pertemuan dimaksud.
Pihak rekanan yang mewakilinya, Edi mengungkapkan keterlambatan pekerjaan disebabkan pimpinannya tidak memiliki perencanaan di lapangan.

“Tidak ada komunikasi dari pimpinan kami bagaimana plan mereka sehingga kami hanya bekerja sebisanya saja memanfaatkan materi yang ada. Ketika materi habis terpaksa kami stop lagi,” ungkapnya.
Dalam FGD ini sekaligus dibahas pembangunan gedung dosen yang ternyata juga mencapai deviasi hingga -42,27 persen, kemudian pembangunan gedung laboratorium yang progressnya lebih melaju dibanding dua gedung lain.

Diketahui, pembangunan kampus II STAIN Watampone yang terletak di Kelurahan Polewali, Kecamatan Tanete Riattang Barat dianggarkan Rp50 miliar. Anggaran sebesar ini berasal dari bantuan Kementerian Agama RI.
Peletakan batu pertama dilaksanakan, Selasa, 6 Juni lalu yang dihadiri Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top