Proyek Lumbung Pangan di Bone Mubazir – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Proyek Lumbung Pangan di Bone Mubazir

Ilustrasi

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Untuk menjaga stok pangan aman, pemerintah membangun lumbung pangan. Hanya saja, sebagian gudang yang dibangun tak berfungsi. Bahkan, beberapa tak jelas bangunannya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, sedikitnya19 lumbung pangan telah dibangun yang tersebar di 17 sejumlah kecamatan.

Kepala Seksi Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, H Amir kepada RADAR BONE mengatakan bangunan lumbung pangan tersebut diserahkan kepada kelompok tani. Pembangunan lumbung pangan dianggarkan Rp180 juta per unit. “Kepada 19 kelompok tani penerima juga diberikan bantuan modal sebesar Rp20 juta per kelompok. Modal dana tersebut digunakan untuk membeli gabah dan selanjutnya dimasukkan ke gudang (Lumbung pangan) sebagai cadangan pangan,” tutur Amir.

Cadangan pangan, kata Amir digunakan sebagai bentuk kesiapan kelompok menghadapi kekurangan pangan. “Ini salah satu usaha untuk mempertahankan ketahanan pangan,” jelas Amir.

Amir mengakui proyek lumbung pangan sebagian dilengkapi dengan mesin penggilingan padi, salahnya di Kelurahan Watangpalakka, Kecamatan Tanete Riattang Barat.

Lebih jauh Amir mengungkapkan pembangunan lumbung pangan tersebar di Kelurahan Watangpalakka Kecamatan Tanete Riattang Barat, Kelurahan Bajoe Tanete Riattang Timur, Desa Tappale Kecamatan Libureng, Desa Lea Kecamatan Tellu Siattinge, Desa Tocina Kecamatan Dua Boccoe, Desa Gareccing Kecamatan Tonra, Desa Gaya Baru Kecamatan Tellu Limpoe, Desa Ulu Balang Kecamatan Salomekko dan Desa Pattimpa Kecamatan Ponre. Kemudian di Desa Barugae Kecamatan Lamuru dan Kecamatan Patimpeng, Kecamatan Bengo dan Kecamatan Palakka.

Setiap kecamatan terdapat satu kelompok tani yang mendapatkan gudang atau lumbung pangan. Sedangkan di Kecamatan Sibulue dan Kecamatan Barebbo masing-masing mendapat dua gudang. Untuk Kecamatan Sibulue berada di Desa Manajeng dan Desa Tappere. Sedangkan Kecamatan Barebbo berada di Desa Corawali dan Talungeng.

Hasil penelusuran RADAR BONE, Sabtu, 26 Agustus lalu, menemukan bangunan lumbung pangan tak difungsikan. Selain itu, beberapa diantaranya tak jelas lokasi bangunannya. Di Kelurahan Watangpalakka misalnya, informasi yang diperoleh dari petani setempat. Lumbung pangan yang ada daerah ini dibangun sejak dua tahun lalu. Lumbung yang dibangun dilengkapi mesin penggilingan padi. Namun keberadaan mesin penggilingan padi menjadi mubazir karena tak lagi difungsikan.

“Pertamanya saja saya lihat difungsikan pabrik penggilingan padinya, pada saat percobaan saja. Tapi setelah itu tidak pernah saya lihat lagi difungsikan. Sulit memang, karena pabrik penggilingan padi itu harus ada yang mengelola, tapi di situ tidak ada operatornya. Mubazir saja pemerintah membangun pabrik penggilingan padi karena tidak difungsikan,” tutur seorang warga enggan menyebut nama yang ditemui saat berkumpul di sekitar lokasi lumbung pangan, Sabtu, 26 Agustus lalu.

Hal serupa ditemukan di Desa Manajeng, Kecamatan Sibulue, Sabtu, 26 Agustus lalu sekira pukul 13.00 Wita. Warga yang ditemui mengaku tak mengetahui keberadaan gudang lumbung pangan tersebut. “Saya tidak tahu soal itu (Lumbung pangan),” ujar seorang warga sambil berlalu. Demikian pula di Desa Talungeng, Kecamatan Sibulue.
Kepala Desa Talungeng, A Muh Rasyidi yang dihubungi mengaku tidak tahu menahu soal proyek lumbung pangan di desanya.

“Saya tidak tahu ada seperti itu (Lumbung pangan), apalagi sudah dua tahun,” ungkap Rasyidi seraya berjanji akan menelusuri proyek dimaksud.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bone, Ir A Arsal Achmad yang dikonfirmasi via sambungan telepon, Minggu, 27 Agustus kemarin menolak berkomentar lebih jauh. “Datanya saya tidak hafal, silahkan ke kantor saja,” tuturnya singkat.

*

Click to comment
To Top