PSK ‘Senior Gentayangan’, Transaksi di Kawasan Air Mancur, Ohohoi di Penginapan – Radar Bone

Radar Bone

Peristiwa

PSK ‘Senior Gentayangan’, Transaksi di Kawasan Air Mancur, Ohohoi di Penginapan

Kawasan air mancur tampak gelap pada dini hari, lokasi ini diduga kerap menjadi tempat transaksi PSK, Sabtu 6 Mei.

PENULIS: HERMAN KURNIAWAN

 

RADARBONE.CO.ID, WATAMPONE — Taman Bunga yang kini lebih beken  dengan sebutan kawasan air mancur masih menyimpan cerita miring. Selain, menjadi ‘sarang’ waria pada malam hari, juga kerap kali dijadikan sebagai tempat transaksi esek-esek antara si pria hidung belang dengan Pekerja Seks Komersial (PSK), Sabtu 6 Mei 2017.

Ada cerita menarik di kalangan penikmat tubuh si kupu-kupu malam. Jika transaksi dilakukan di kawasan air mancur berarti wanitanya pemain lama dan tentunya sudah berumur.

“Memang ada wanita begitu (PSK) penunggunya Taman Bunga dan masih bertahan sampai saat ini. Sudah tua tapi masih saja laku,” tutur, AC.

AC mengaku pernah ikut transaksi di kawasan air mancur kemudian permainan peras keringat berlanjut ke penginapan.

“Dulu saya pernah tapi bawa di penginapan, tarifnya Rp200 ribu sekali,” katanya.

Dia menambahkan, PSK yang sering mangkal di kawasan air mancur memang memiliki pelanggan tertentu.

“Kalau usia muda mereka juga tidak mau, mungkin takut dimain-maini,” tambahnya.

Seorang wanita diduga PSK coba ditemui namun tidak berhasil. Saat tim RADAR BONE berusaha mendekati wanita diperkirakan berusia 30an ke atas itu menghindar.

“Saya hanya tunggu teman,”ujar wanita berambut sebahu itu saat hendak dipancing bertransaksi.

Aktivis dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat STIA Prima Bone, Taswiwin menganggap bebasnya transaksi PSK di daerah ini berbanding terbalik dengan Kota Watampone yang dijuluki Kota Beradat.

“Semua daerah ada prostitusi, hanya saja perlu dikelolah dengan baik. Jangan gentayangan kemana-mana bahkan lokasi yang semestinya menjadi icon daerah juga disusupi,” katanya.

Selain itu dia menambahkan, dinas terkait harus bergerak mencari solusi agar pelaku dapat dibina.

“Penegak Perda dan Dinas Sosial mesti bertindak. Para PSK harus dibina, kalau memang mereka pendatang maka silahkan kembalikan ke kampung masing-masing. Dan kalau pelaku orang Bone maka bina dan kasi pekerjaan yang layak,”tandasnya.

To Top