Ramadan, Berkah Bagi Pedagang Buah di Bone – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ramadan, Berkah Bagi Pedagang Buah di Bone

PENULIS : ADRY

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Buah-buahan seolah-olah tidak bisa dipisahkan dengan menu buka puasa. Baik dibuat dalam bentuk olahan seperti jus maupun dikonsumsi dalam bentuk buah. Tak heran jika pedagang buah pun mendulang untung selama ramadan.

Adalah Hj Nurlela, salah satu pedagang buah yang merasakan nikmatnya berjualan buah. Gelar hajjah yang disandang bersama suami tercinta H Azis tidak terlepas dari hasil keringat menjual buah-buahan di kawasan Jl Besse Kajuara.

Wanita asal Kelurahan Bukaka ini dulunya adalah seorang pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Sentral Lama. Namun setelah pasar terbesar di Bone itu terbakar pada 2005 silam, Nurlela pun merantau ke Malaysia. Di negeri jiran itulah ia memulai karir sebagai pedagang buah. Sukses berjualan buah di Malaysia, Nurlela pun kembali ke kampung halaman. Dan melanjutkan bisnis yang sama hingga hari ini.

“Saya mulai usaha ini sejak dulu, dengan jualan yang sama, awalnya saya menjual di Pasar Sentral Watampone, namun setelah terbakar, yakni pada tahun 2005 silam saya berhenti dulu berjualan karena semua jualan saya ludes terbakar,” ungkapnya. Namun kali ini Nurlela berjualan menggunakan mobil pick up. Ini dilakukan untuk mengantisipasi jika ada penertiban Satpol PP.

“Saya memilih berjualan dengan menggunakan mobil karena pada saat ada penertiban PKL gampang untuk mengangkut barang, dan ini juga akibat rasa trauma saya. Setelah pasar terbar itu dulunya saya pernah mencoba berjualan di pinggir jalan namun saya digusur,” katanya.

Diakui Nurlela berjualan buah memberikan keuntungan yang menjanjikan. “Berkat dari berjualan begini juga saya bisa memiliki dua rumah dan bisa naik haji secara bersamaan dengan suami saya,” cerita Nurlela.

Apalagi, di bulan suci ramadan, permintaan buah meningkat. Nurlela pun tak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mendulang rupiah. “Alhamdulillah, bulan puasa membawa berkah. Permintaan buah cukup meningkat,” tandasnya tanpa menyebut nominal penjualannya dalam sehari. “Cukup lumayanlah,” kunci dia.

(*)

To Top