Razia Penyalahgunaan Elpiji, Polisi Sita 124 Tabung – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Razia Penyalahgunaan Elpiji, Polisi Sita 124 Tabung

RADARBONE.CO.ID–Dugaan penyalahgunaan elpiji 3 kg di daerah ini rupanya buka isapan belaka. Buktinya, polisi menemukan sejumlah kafe dan warung makan menggunakan sekali

gus menimbun elpiji bersubsidi tersebut.

Usai mengungkap praktik nakal pangkalan yang menjual elpiji 3 kg jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) di Kecamatan Dua Boccoe dan Ajangale. Kini Polres Bone melalui Unit Ekonomi Satuan Reskrim menyisir wilayah kota.

Kali ini, sasaran polisi adalah kafe dan rumah makan. Dari hasil razia yang dilaksanakan dalam beberapa hari ini tercatat ada 124 elpiji 3 kg yang diamankan. Elpiji melon ini disita dari 23 pelaku usaha yang tersebar di Kota Watampone.

“Kami temukan sejumlah pelaku usaha, rumah makan dan kafe yang menggunakan elpiji tidak sesuai dengan peruntukannya. Totalnya ada 124 elpiji 3 kg,” kata AKP Dharma Praditya Negara SIK, Kasat Reskrim Polres Bone dalam konferensi pers di Mapolres Bone, kemarin.

Menurut dia sesuai dengan aturan yang berlaku, elpiji 3 kg diperuntukkan bagi rumah tangga dan usaha mikro yang sudah ditetapkan sesuai aturan.

“Elpiji gas 3 kg hanya untuk ibu rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang pendapatannya mencapai Rp300 juta per tahun dengan modal Rp50 juta. Itu sesuai dengan aturan,” beber Dharma didampingi Ipda Dodie Ramaputra, Kanit Ekonomi.

Dari 23 kafe dan rumah makan yang disambangi, terdapat satu pelaku usaha yang menimbun elpiji 3 kg yang cukup banyak sehingga layak disebut pangkalan, yakni warung Mas Bejo.

Di warung Mas Bejo, polisi menemukan 73 biji elpiji 3 kg. Menariknya lagi, penyitaan elpiji 3 kg ini tak hanya dilakukan di tempat usaha milik warga sipil. Sebuah kafe di bilangan Jl Makmur yang diketahui milik oknum polisi ikut disita.

“Dari temuan kami, sebanyak 73 tabung 3 kg ditemukan di warung Mas Bejo. Ini jelas melanggar karena sudah layaknya pangkalan,” tutur Dharma.

Meski dinyatakan melanggar, namun para pemilik warung dan kafe ini tak dikenakan sanksi pidana, melainkan sanksi administrasi saja.
“Oleh karenanya kalau ada warga yang merasa dirugikan laporkan saja, kita akan kenakan UU perlindungan konsumen jika ada pangkalan atau agen yang menjual di atas harga yang sudah ditetapkan,” terangnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top