Reklame Liar Marak – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Reklame Liar Marak

Sekretaris Dispenda, Andi Alimuddin

PENULIS : BAHARUDDIN

WATAMPONE, RB–Pemasangan reklame marak terjadi pada moment tertentu, seperti pilkada, hari raya hingga moment ramadan seperti saat ini. Sayangnya reklame tersebut sebagian besar dipasang secara liar, karena tak mengantongi izin dari instansi terkait.

Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Bone, Drs Andi Alimuddin mengakui adanya sejumlah reklame liar yang terpasang di sejumlah titik strategis di dalam kota. “Yang memasang reklame itu harus patuh membayar pajak. Seperti di pinggir jalan itu masih ada beberapa yang tidak membayar pajak, misalnya saja yang memasang reklame dengan ucapan selamat atau berupa partai ada beberapa yang tidak ada pajaknya. Sebaiknya semua itu bayar pajak,” kata Alimuddin kepada RADAR BONE, Rab 15 Juni kemarin.
Alimuddin mengakui, bahwa pemasang reklame tersebut dari kalangan orang-orang pintar. Namun sayangnya, sejatinya mereka memberi contoh, namun sebaliknya melalaikan kewajiban membayar pajak. “Yang pasang reklame itu adalah orang-orang pintar. Orang yang pintar seharusnya memberikan contoh yang baik kepada publik, seperti halnya yang memasang reklame di pinggir jalan itu kebanyakan orang-orang pintar, seharusnya reklame itu dibayar pajaknya,” paparnya.
Lanjut Alimuddin, pemasang reklame wajib membayar pajak. Yang terkena pajak reklame, kata Alimuddin, diantaranya reklame papan atau billboard/megatron, dan sejenisnya, reklame kain, reklame melekat, stiker. Kemudian reklame selebaran, reklame berjalan termasuk pada kendaraan, reklame udara, reklame apung, reklame suara dan reklame peragaan.
Alimuddin membeberkan besar target pajak reklame tahun lalu, yakni Rp366.300.000 dan berhasil over target. Tahun ini, kata dia targetnya tetap sama. Realisasi penerimaannya kini sudah mencapai 91,52 persen. Atau realisasi sudah mencapi Rp335.227.400. “Tapi kami juga berharap kepada pemasang reklame agar memperlihatkan juga kepintarannya membayar pajak bagi yang tidak membayar, karena sudah ada yang dipasang di pinggir jalan,” tuturnya.

*ASKAR SYAM

To Top