Rekrut 153 CPNS, Pemkab Bone Prioritaskan Wilayah Terpencil – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Rekrut 153 CPNS, Pemkab Bone Prioritaskan Wilayah Terpencil

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Wilayah terpencil menjadi prioritas dalam penempatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Data dari rincian penetapan formasi CPNS yang dirilis Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), penempatan CPNS mendominasi di kawasan Bontocani, Tellulimpoe, Libureng, Ponre dan Patimpeng. Bahkan, ada beberapa penempatan di desa terjauh yakni di Desa Sadar, Bontomasungu dan Tondong Kecamatan Tellulimpoe serta Lamoncong, Langi dan Bulu Sirua Kecamatan Bontocani.

Pemkab Bone melalui BKPSDM telah membuka pendaftaran CPNS sejak 11 November kemarin. Total 153 kuota yang disiapkan. Terbagi atas tenaga guru 53 kuota, tenaga kesehatan 56 kuota dan tenaga teknis 44 kuota.
Formasi untuk guru SD mendominasi. Ada 30 lebih guru SD yang dibutuhkan. Sisanya diperuntukkan untuk guru SMP dan SMA. Sementara untuk formasi tenaga kesehatan, paling banyak dibutuhkan dokter umum, disusul bidan dan perawat.

Kepala BKPSDM, A Fajaruddin kepada RADAR BONE mengatakan, pendaftaran CPNS dibuka serentak mulai Senin 11 November kemarin. “Sebenarnya, jadwal awalnya kemarin 25 Oktober. Namun diundur dari kemarin diumumkan secara nasional (Pendaftaran dibuka),” ujarnya.

Fajar juga menyebutkan, kuota CPNS untuk Kabupaten Bone meningkat dari jumlah yang diusulkan. Diketahui Pemkab Bone mengusulkan 77 kuota CPNS dan setelah melalui verifikasi di KemenPAN RB, Bone akhirnya mendapatkan tambahan 76 kuota. Sehingga total kuota CPNS Bone kata Fajar, sebanyak 153.

Ia juga menegaskan, setiap pelamar hanya bisa mendaftar di satu instansi dan satu formasi jabatan.  Adapun untuk kompetensi dasar (KSD), menggunakan Computer Assisted Test (CAT) direncanakan dimulai bulan Februari 2020 dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada bulan Maret 2020.

Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone, A Irsal Mahmud menambahkan, rincian formasi CPNS Kabupaten Bone tertuang dalam Keputusan MenPAN RB Nomor 347 Tahun 2019 tentang penetapan kebutuhan PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, dr Hj A Khasma Padjalangi mengaku bersyukur, formasi tenaga kesehatan mendapat porsi yang besar pada rekrutmen CPNS tahun ini. Ia menyebutkan, kebutuhan tenaga kesehatan di Bone mencapai ratusan orang.

“Di atas 200an orang yang dibutuhkan, makanya pada saat pengusulan CPNS kami sampaikan agar mengusulkan sebanyak-banyaknya. Karena kita di Bone ini, memang masih banyak dibutuhkan tenaga kesehatan.
Utamanya tenaga kesehatan yang akan ditempatkan di puskesmas-puskesmas yang ada di kecamatan,” kunci kakak kandung Bupati Bone, HA Fahsar M Padjalangi itu.

Akademisi, Dharmawansyah mengaku kuota CPNS untuk Bone sangat minim.  “Harusnya, porsi untuk Bone lebih besar disesuaikan dengan kebutuhan pegawai di daerah ini. Kalau hanya 153 kuota CPNS, saya kira itu masih sangat minim. Apalagi sebaran pegawai berstatus PNS di daerah ini belum merata. Contohnya saja, sekolah dasar negeri yang ada di wilayah terpencil, itu paling banyak 1 guru PNS-nya,” kuncinya.

 

Berikut Formasi CPNS Kabupaten Bone

Tenaga Guru (53)

-Guru Agama Islam: 1
-Guru Bahasa Indonesia: 2
-Guru Bahasa Inggris: 2
-Guru IPS: 1
-Guru kelas: 44
-Guru Matematika: 2
-Guru Penjasorkes: 1

Tenaga Kesehatan (56)

-Apoteker: 2
-Dokter : 15
-Dokter Gigi: 8
-Dokter Spesialis Mata: 2
-Nutrisionis: 2
-Perawat: 4
-Asisten Apoteker: 1
-Bidan: 14
-Perawat: 8

Tenaga Teknis (44)
-Auditor: 4
-Medik Veterinir: 2
-Pamong Praja: 3
Penyuluh Pertanian: 5
Analisis Hubungan Antar Lembaga: 1
Analisis Hukum: 1
Analisis Kelautan: 1
Analisis Konservasi Air: 1
Analisis Laporan Akuntabilitas Kinerja: 1
Analisis Lingkungan Hidup: 1
Analisis Pakan Ternak: 1
Analisis Pemasaran Hasil Pertanian: 1
Analisis Pembiayaan Pertanian: 1
Analisis Peraturan Perundang-undangan: 1
Analisis Sistem Informasi: 1
Analisis Mutu dan Lingkungan: 1
Operator Komputer dan Grafis: 1
Operator Pengembangan Sarana Iptek: 1
Penelaah Dampak Lingkungan: 1
Pengelola Dokumen: 1
Pengelola Pasca Panen: 1
Pengelola Pengembangan dan Pembinaan Usaha: 2
Pengelola Program dan Laporan: 2
Pengelola Rumah Potong Hewan: 1
Pengelola SIM Penenaman Modal: 1
Penyusunan Rencana Bahan Teknis: 1
Perancang Sistem Informasi Kepegawaian: 1
Teknisi Alat Elektro dan Komunikasi: 1
Teknisi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana: 2
Teknisi Peralatan dan Mesin: 2

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top