Rekrutmen PPPK, Pemkab Harus Siapkan Gaji Minimal Rp39 M – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Rekrutmen PPPK, Pemkab Harus Siapkan Gaji Minimal Rp39 M

Ilustrasi

PENULIS : ASKAR SYAM

RADARBONE.CO.ID_WATAMPONE–Perekrutan Pegawai dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan menguras APBD. Bayangkan, gaji PPPK mengikuti standar upah minimum provinsi (UMP) Sulsel sebesar Rp2,8 juta. Dengan demikian, jika seluruh pendaftar PPPK yang berjumlah 1.182 orang itu lolos tes seleksi, maka Pemkab Bone harus menyiapkan anggaran minimal Rp39.715.200.000 setahun, atau Rp2.309.600.000 per bulan.  Diketahui, kuota PPPK yang dialokasikan pusat ke Bone sebanyak 1.723 orang. Hanya saja, hingga penutupan pendaftaran perekrutan PPPK, pendaftar yang berhasil login dan lolos untuk mengikuti tes seleksi sebanyak 1.182 orang.

Kepala Bidang Anggaran Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bone, A Hasanuddin memastikan, ada program yang tidak jalan, jika gaji untuk PPPK dibebankan ke daerah. Ia menyebutkan, sumber dana yang digunakan untuk menggaji PPPK, jika dibebankan ke daerah, diambil dari Dana Alokasi Umum (DAU). Total DAU Bone kata Hasanuddin, hanya mencapai Rp1,1 triliun. Itupun lebih dari separuh DAU tersebut dihabiskan untuk gaji pegawai. Total DAU yang dikuras untuk gaji ASN mencapai Rp650 miliar. Ditambah Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar Rp100 miliar kata dia, yang juga cukup menguras DAU.

Andi Daddi sapaan akrabnya telah mengkalkulasi dana yang dikuras di APBD, untuk menggaji tenaga PPPK. Jika kuota 1.723 itu diterima, maka anggaran yang dibutuhkan menggaji P3K untuk satu tahun anggaran, mencapai Rp57.892.800.000 “Karena gaji P3K itu mengikuti standar Upah Minimum Pekerja (UMP). Kalau tidak salah, UMP sekarang mencapai Rp2,8 juta,” ujarnya.
“Jadi tentu, ada program infrastruktur yang terancam tersendat, jika gaji PPPK ini harus dibebankan lagi ke daerah,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, Proses pendaftaran rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) telah ditutup. Sebanyak 550 kuota tak terisi, formasi kesehatan nihil. Kabupaten Bone merupakan salah satu daerah di Sulsel yang siap melaksanakan rekrutmen PPPK.  Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bone telah membuka pendaftaran perekrutan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja sejak tanggal 15-17 Februari 2019.  Dari 1.732 kuota PPPK yang dialokasikan pusat ke Kabupaten Bone, hanya 1.182 kuota yang terpenuhi, 550 kuota diantaranya mubazir alias tidak terisi.

Kepala BKPSDM Kabupaten Bone Drs A Islamuddin MM mengatakan proses penerimaan pendaftaran P3K untuk Kabupaten Bone telah berakhir Minggu malam, 17 Januari lalu. Jumlah eks honorer kategori dua (K2) yang berhasil login hanya 1.182 orang. “Mereka yang berhasil login dalam waktu dekat akan mengikuti tes kompetensi,” ujarnya.
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Kabupaten Bone Drs Irsal Mahmud MM menambahkan sistem penerimaan pendaftaran PPPK untuk Kabupaten Bone terlambat dibuka.

“Sebenarnya, proses pendaftaraan PPPK bagi honorer Eks K2 dimulai dari tanggal 12-17 Februari 2019. Hanya saja, sistem baru bisa terbuka di Bone pada tanggal 15-17 Februari 2019. Kita sebenarnya sudah bersurat sejak 7 Februari 2019 untuk pembukaan sistem penerimaan PPPK, hanya saja nanti pada tanggal 15 Februari 2019 baru disetujui di Menpan RB. Setelah itu dikirimlah ke BKN untuk dibuka sistem pendaftaran,” jelasnya.

Terkait kuota yang diterima Kabupaten Bone sebanyak 1.732 orang, kata Irsal, hal dialokasikan langsung oleh BKN. Data itu diperoleh BKN pada proses seleksi penerimaan CPNS untuk honorer K2 pada tahun 2013. Pada waktu itu, jumlah K2 secara keseluruhan yang mengikuti tes sebanyak 3.000 orang. Dari data itu, termask tenaga guru, kesehatan dan penyuluh pertanian serta penyuluh pertanian perkebunan yang berjumlah 1.732 K2 yang belum lulus.

“Data inilah yang kini menjadi sebagai Eks K2 diberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi PPPK di Kabupaten Bone. Jadi data ini langsung diterima dari BKN, bukan kita yang tentukan,” tuturnya.

Lebih lanjut Irsal membeberkan dari 1.732 kuota PPPK Kabupaten Bone yang berhasil login, khusus tenaga guru hanya 1.090 orang sementara kuotanya 1.630 orang. Selanjutnya Tenaga Penyuluh yang berhasil login sebanyak 94 orang meliputi Penyuluh Pertanian 87 orang, dan penyuluh pertanian perkebunan 7 orang dari 101 kuota yang ada. Sedangkan untuk Tenaga Kesehatan kuotanya hanya satu orang, namun tidak terisi karena tidak berhasil login pada saat mendaftar.

“Salah satu penyebab peserta tidak berhasil login pada saat proses pendaftaran terbuka berdasarkan dengan informasi pengaduan yang kami terima di sini, ada sejumlah pendaftar PPPK NIK atau Kartu Keluarganya tidak ditemukan. Tapi ada juga justru sudah memperbaharui KK-nya juga tidak ditemukan NIK-nya pada saat hendak login. Selain itu, ada juga peserta lupa password akunnya, sementara akun yang dibuat pada saat pendaftaran hanya dibuat sekali,” terangnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top