Rela Antre Berhari-hari, Demi Status Bebas Cacat Hukum – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Rela Antre Berhari-hari, Demi Status Bebas Cacat Hukum

Plt kepsek berdesak-desakan mengurus SKCK di Mapolres Bone, Senin 13 Maret kemarin. SKCK merupakan salah satu kelengkapan berkas mengikuti diklat cakep.

Mengintip Aktivitas Plt Kepsek Berburu SKCK

Mengantongi Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) menjadi hal wajib bagi pelaksana tugas kepala sekolah. Mereka harus melengkapi berkas pelatihan calon kepala sekolah (Cakep). Salah satunya SKCK sebagai sebagai bukti tidak pernah tersangkut persoalan hukum.

HERMAN, Watampone

Sejak pagi, para calon peserta diklat cakep ini mendatangi Mapolres Bone yang terletak di Jl Yos Sudarso.
Sebagian dari mereka bahkan ada yang sama sekali belum tau dimana tempat pengambilan SKCK.
“Saya mau bertanya pak, dimana loket pengambilan SKCK,” tanya seorang pria berpakaian dinas dan rambutnya sebagian sudah memutih kepada penulis.

Di dada pria itu tertempel papan nama bertuliskan, Firdaus. Dia mengucapkan terimakasih sambil berlalu setelah bertanya. Di dalam loket pelayanan, sudah ada empat orang petugas berpakaian hitam putih, mereka duduk sambil tersenyum ramah menyapa para kepala sekolah baru itu.

“Ada bisa dibantu pak?. Kalau SKCK silahkan tulis dulu data lengkapta kemudian perlihatkan juga surat pengantar dari polsek masing-masing,” kata seorang petugas. Melayani orang yang berjumlah ratusan tentu membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi petugas pelayanan SKCK hanya berjumlah empat orang, ditambah bagian pengambilan sidik jari sebanyak tiga orang.

Faktor ini mengharuskan kepala sekolah bersabar demi mendapatkan surat catatan dari kepolisin yang amat berharga bagi mereka. Bukan hanya bolak-balik dari percetakan ke polres. Para pemohon bahkan harus menunggu giliran dari pagi hari hingga sore dan bahkan harus nginap.

Bagi yang datang dari pelosok desa mereka harus mencari penginapan. Pasalnya, kadang berkasnya sampai bermalam karena panjangnya antrian. Seperti yang dialami, Kepala Sekolah SD Inpres 5/81 Baringeng, Desa Baringeng, Kecamatab Libureng, Akib SPd. Mengaku terpaksa mengantri selama dua hari demi mendapatkan SKCK.

“Terpaksa mengantri karena memang banyak pemohon. Bahkan ada puluhan berkas lebih duluan dimasukkan sebelum saya datang ke sini (Polres Bone),” katanya.

Meski begitu dia tetap mengapresiasi bagian pelayanan pengambilan SKCK yang telah bekerja dengan baik.
“Pelayanannya cukup bagus. Karena memang jumlah kepala sekolah yang mengurus cukup banyak sehingga memerlukan waktu,” tambahnya.

Dia mengaku terpaksa pulang balik dari kampung halamannya ke Kota Watampone demi kelengkapan berkas itu.
“Hari Jumat lalu belum bisa diambil. Jadi ada teman yang saya suruh ambilkan, alhamdulillah esok harinya sudah selesai dan langsung diambil,” terangnya.

Setelah SKCK lengkap, Akib kembali diharuskan mengumpulkan berkas di Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. “Iya sudah selesai dan sekarang pengumpulan berkas lagi di dinas,” tuturnya.

Saat ini, Dinas Pendidikan akan menyelenggarakan pendidikan dan latihan calon kepala sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Bone ,Nursalam mengatakan kuota diklat cakep yang akan diselenggarakan disdik mengalami tambahan peserta. Jika sebelumnya, hanya didanai oleh APBD, kini ada juga yang didanai APBN.
“Diklat cakep yang didanai oleh APBD itu jumlahnya 560 orang, sedangkan yang didanai oleh APBN jumlahnya 100 orang,” ungkapnya.

(*)

Click to comment
To Top