Ribuan Siswa Di Bone Belum Terima Dana PIP? – Radar Bone

Radar Bone

Berita Terkini

Ribuan Siswa Di Bone Belum Terima Dana PIP?

PENULIS AGUSTAPA

WATAMPONE, RB–Penyaluran bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2016, kepada siswa daerah ini ternyata belum tuntas. Sedikitnya 3.000 ribu siswa belum menerima dana yang sebelumnya bernama Bantuan Siswa Miskin (BSM) tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bone terdapat 15.874 siswa tercatat sebagai penerima dana PIP di daerah ini.

Hanya saja, dana yang tersalur baru menyentuh kepada 12.665 siswa atau 79,8%. Dengan demikian, masih terdapat 3.209 siswa yang belum menikmati dana PIP.  Banyaknya jumlah siswa kurang mampu yang belum menikmati bantuan PIP dari pemerintah tersebut, membuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Dasar dan Menengah melayangkan surat permintaan pelayanan percepatan pencairan PIP siswa SMP di seluruh kabupaten/kota kepada Divisi Hubungan Lembaga I Kantor Pusat BRI.

Dalam surat itu disebutkan Kemendikbud telah menyalurkan dana PIP untuk 4.797.178 siswa SMP se Indonesia dengan nilai nominal Rp2.732.135.625.000 melalui BRI. “Berdasarkan data laporan pencairan dari BRI, sampai dengan 2 Maret 2017, pengambilan dana baru dilakukan oleh 3.318.873 siswa SMP, sisanya belum mengambil dana mereka ke BRI,” ungkap Siti Kasadia, SPd, Kasi Kurikulum Bidang SMP/MTs Dinas Pendidikan Kabupaten Bone.

Terkhusus untuk Bone, kata Kasadia masih terdapat 3.209 yang belum terealisasi. Tak hanya Kabupaten Bone, beberapa daerah tetangga yang berada di wilayah Bosowasi juga mengalami hal serupa. Di Sinjai misalnya, masih terdapat 424 siswa dari 4.917 siswa. Kemudian Soppeng ada 1.597 siswa dari 3.450 siswa dan Wajo tersisa 1.169 siswa dari total 7.203 siswa.

Kasadia menegaskan tidak maksimalnya realisasi pencairan bantuan PIP terhadap siswa kurang mampu bukan kesalahan disdik kabupaten, karena data penerima PIP telah disalurkan ke masing-masing sekolah.
Kabid SMP/MTs Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Drs Ramli mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sekolah dan bank penyalur. “Kami sudah berkoordinasi dengan pihak bank,” paparnya.

Data yang dihimpun RADAR BONE, hampir dari seluruh SMP di Bone masih banyak siswanya yang belum menerima bantuan PIP. Untuk wilayah kota saja, di SMPN 1 Watampone masih ada 42 siswa yang belum terima PIP, SMPN 2 Watampone tersisa 51 siswa, SMPN 4 Watampone 33 siswa, SMPN 3 Watampone masih ada 32 siswa, SMPN 5 Watampone 6 siswa, SMPN 6 Watampone masih ada 51 siswa, SMPN 7 Watampone masih ada 20 siswa, SMPN 8 Watampone tersisa 23 siswa dan SMPN 9 Watampone masih ada 7 siswa.

Besar bantuan dana PIP yang disalurkan pemerintah kepada siswa kurang mampu bervariasi. Untuk siswa kelas VII dan VIII dana yang diterima Rp750.000 per orang, Sedangkan siswa kelas IX sebesar Rp375.000.
Pimpinan BRI Cabang Watampone, Adi Widya Prakasa yang dikonfirmasi terkait penyaluran dana PIP tersebut, menegaskan hal itu terkendala pada administrasi.

“Saya tidak tahu pasti berapa yang belum tersalur karena catatannya ada di kantor,” kata Adi saat ditemui RADAR BONE di sela-sela kegiatan undian Panen Hadiah Simpedes di Bugis Room Novena Hotel, Kamis 16 Maret lalu
Adi menambahkan, untuk mencairkan dana PIP bagi siswa SMP tersebut harus dilengkapi dengan kartu identitas siswa yang sesuai dengan daftar. “Di sinilah kendalanya karena kadangkala ada nama siswa yang berbeda satu huruf dengan di daftar sehingga harus dibenahi dulu,” bebernya.

Selain itu, sambung Adi, inisiatif dari pihak sekolah melakukan koordinasi dengan pihaknya juga kurang. Adi mengakui pihaknya telah menerima surat dari Kementerian Pendidikan agar segera merampungkan pencairan dana PIP. “Hanya saja masih ada beberapa sekolah yang terkesan vakum dan tidak melakukan koordinasi dengan kami untuk segera mencairkan dana itu,” tambahnya.

Ia menegaskan pembayaran dana pendidikan itu tidak mesti dilakukan di Kantor cabang, tetapi bisa melalui kantor unit. “Kami hanya mengimbau kepada pihak sekolah agar melakukan koordinasi kepada kami sebelum membawa siswanya ke kantor BRI supaya bisa disiapkan pelayanan biar cepat dan lancar,” pungkasnya.

*

To Top